Share

Rata-Rata Dwelling Time Tanjung Priok 4,71 Hari

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 05 320 1855040 rata-rata-dwelling-time-tanjung-masih-priok-4-71-per-hari-r84FaX9NCQ.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Arif Toha menyatakan, rata-rata proses penurunan waktu tunggu bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok (dwelling time) untuk bulan Januari 2018 mencapai 4,71 hari.

"Untuk Priok itu 4,71 hari. Itu rata-rataĀ  dari 120 ribu petikemas di bulan Januari 2018," ungkap dia di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Dia menjelaskan, waktu bongkar muat yang memakan lebih dari 4 hari ini, disebabkan beberapa tahap yang harus dilalui hingga barang berpindah dari pelabuhan. Tahap ini pun melibatkan banyak pihak terkait sehingga mempengaruhi dwelling time.

Baca Juga: Bongkar Muat Dwelling Time Masih 3 Hari, Ini Rinciannya!

"Memang ada beberapa hal yg bisa pengaruhi (dwelling time), ada faktor-faktor penentu. Kan banyak yg terlibat baik itu dari pemilik barang sendiri, kemudian instansi terkait dalam memberikan persetujuan, juga dari pihak terminal sendiri," jelas dia.

Dia menyebutkan, ada 3 tahap dalam dwelling time. Pertama pre-clearance atau waktu pengajuan dokumen pemberitahuan impor barang, kemudian customĀ clearanceĀ atau pengecekan barang. Lalu tahap terakhir yakni postĀ clearanceĀ atau pengeluaran barang impor dari pelabuhan.

"(Tahap) ini semua, sejak barang datang sampai keluar pelabuhan. Ini yg terlibat banyak instansi ga hanya Otoritas Pelabuhan," ujar dia di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Baca Juga: Marak Pembangunan Infrastruktur, Pelindo II Akui Kesulitan Tekan Dwelling Time

Dia menyebutkan untuk tahap pre-clearance Kementerian/Lembaga (K/L) yang terlibat. Dimana mereka mengatur terkait izin barang yang mau masuk.

"Misalnya kalau obat-obatan harus dapat izin BPOM, Kementerian Kesehatan. Kalau produk pertanian ada izin dari Kementerian Pertanian. Ini tergantung pada jenis barangnya," jelasnya.

Kemudian di tahap custome clearance maka ditangani oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai. Lalu pada tahap post clearance itulah baru melibatkan pihak terminal pelabuhan secara langsung dengan pihak importir untuk bongkar muat barang.

Baca Juga: Catat! Percepat Dwelling Time, Mendag Cabut 20 Aturan

Arif menyebutkan, berdasarkan data Ditjen Bea Cukai dwelling time di sepanjang 2017 cukup bervariasi. Dimana waktu tercepat adalah 3,4 hari.

"Sepanjang 2017 ituĀ bervariasi, paling cepet itu bulan Maret 2017 itu 3,4 hari, dwelling time itu. Paling lamanya di Desember 2017 4,6 hari," ujar dia.

Dia pun menyebutkan, kendati rata-rata dwelling time mencapai 4,71 hari namun sudah ada bongkar muat yang bahkan hanya membutuhkan waktu 1 hari.

"Persentase 47% diatas 3,5 hari, tapi ada juga dibawah 3 hari itu. Dwelling time petikemas sudah ada yang dibawah 1 hari," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini