Share

Menhub Akan Selidiki Penyebab Masih Tingginya Biaya Logisitik

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 03 320 1881477 menhub-akan-selidiki-penyebab-masih-tingginya-biaya-logisitik-ElX7RTDS2f.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan sangat menyayangkan cost logistik di Indonesia menjadi sangat mahal. Pasalnya, cost logistik sangat penting bagi Indonesia untuk meningkatkan ekonomi melalu angka ekspor.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, akan menyelidiki apa saja yang membuat biaya logistik begitu tinggi. Dirinya akan memeriksa transparansi dari pihak pihak terkait yang ada di dalam yang membuat cost logistik tak kunjung turun.

 Baca juga: Menhub Berambisi Pangkas Dwelling Time Demi Peningkatan Ekspor

"Dan kami akan carikan lagi apa yang membuat biaya lebih mahal. Saya sudah memberikan instruksi kepada Pelindo untuk memberikan harga khusus. ada beberapa hal yang disampaikan suatu transparansi," ujarnya saat ditemui di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa (28/4/2018).

Pasalnya, dirinya sudah menekankan kepada otoritas pelabuhan untuk memberikan biaya logistik yang murah. Apalagi khusus untuk kapal-kapal besar, dirinya meminta secara khusus untuk diberikan insentif-insentif.

Baca juga: Menhub Pamerkan Dwelling Time di Depan Pengusaha Logistik

"Harga khusus itu sudah diberikan kepada kapal-kapalbesar yang diberlakukan secara progresif, saya pikir kami akan lakukan suatu inventarisasi lagi kalau ada ternyata masih mahal," ucapnya.

Selain itu, dirinya juga mencurigai adanya faktor terlalu lama barang yang menginap di pelabuhan (overstay) menjadi salah satu penyebab cost logistik masih tak kunjung turun. Padahal dirinya selalu menekankan agar proses bongkar muat tidak lebih dari tiga hari.

Oleh karena itu guna, memastikan hal tersebut dirinya akan melakukan tinjauan mendadak ke sejumlah pelabuhan. Sehingga dirinya bisa mengetahui mana pelabuhan yang betul-betul mengikuti arahannya dan yang tidak menghiraukan perintahnya.

Menurut Budi, semakin lama peti kemas menggunakan lapangan penumpukan terminal, maka akan semakin besar pula biaya yang harus dibayarkan. Apalagi jika proses dwelling time lebih dari 3 hari.

"Dari apa yang kita diskusikan tadi, memang, ada yang harus kita elaborasi lagi, satu berkaitan dengan masih adanya barang-barang yang overstay dengan waktu lebih dari tiga hari.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini