Share

Menhub Pamerkan Dwelling Time di Depan Pengusaha Logistik

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 03 320 1881431 menhub-pamerkan-dwelling-time-di-depan-pengusaha-logistik-deqribLssQ.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara dalam Forum Logistik Dwelling Time bertajuk 'Meningkatkan atau Menurunkan Biaya Logistik' di Hotel La Meredien, Jakarta. Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari perusahaan logistik dan pelabuhan dari seluruh Indonesia.

Dalam acara tersebut, Menhub mengatakan, dirinya selalu menekankan agar dwelling time bisa secepat mungkin. Bahkan dirinya mengaku sudah meminta kepada agar proses bongkar muat di pelabuhan tidak lebih dari 3 hari.

"Dwelling time 3 hari sudah ada effort baik stakeholder jalankan tugas dengan totalitas, tahap ke tahap kita lakukan," ujarnya dalam acara diskusi di Hotel La Meredien, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Sebagai salah satu contohnya, dwelling time di Belawan hanya sekita 3,46 hari saja. Sedangkan di Pelabuhan Tanjung Priok proses bongkar muat disana hanya sekuat 3,3 hari saja.

"Khusus di Priok ada target khusus agar jadi contoh Belawan 3,46 kemudian ada Priok 3,3 hari . Tapi anyway di Priok di Koja bisa 2,9 hari," ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Budi, dirinya mengakui jika cost logistik belum bisa ditekan secara maksimal meskipun dwelling time sudah sangat singkat. Padahal seharusnya, cost logistik bisa bisa ditekan jika dwelling time bisa singkat.

"Proses tidak panjang cukup clear, dimana dari proses pembongkaran hingga pengeluaran barang berjalan baik dan dipantau," jelasnya.

Pasalnya lanjut Budi, banyak aspek yang menjadi penyebab murahnya cost logistik bukan hanya dweelling time saja. Melainkan juga dibutuhkan peran dari pemilik barang dan operator untuk saling berkoordinasi.

"Sebenarnya dwelling time bukan satu satunya, ada beberapa hal mengenai dwell time banyak yg terlibat operator. Tapi bicara dwelling time satu yang penting dibahas lebih dalam ya mesti hadir disini pemilik barang. Kalau secara definisi adalah dimana satu barang berada di kawasan pelabuhan dan barang itu menyelesaikan semua kewajiban berkaitan karantina, kepabeanan sehingga dikuasai pemilik barang," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini