Share

Kegiatan Ekspor-Impor di Pelabuhan Terganggu, Ruginya Bisa Triliunan Rupiah

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 320 2079140 kegiatan-ekspor-impor-di-pelabuhan-terganggu-ruginya-bisa-triliunan-rupiah-EMHHUoCvJq.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Waktu bongkar muat alias dwelling time dikhawatirkan bisa lebih lama imbas aksi mogok anak buah kapal pemandu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Hal ini akan berakibat tingginya biaya logistik di Indonesia.

Tercatat, rata-rata dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 3,5 hari.

"Padahal dwelling time menjadi perhatian Pak Joko Widodo untuk efisiensi biaya logistik yang selama ini dikeluhkan pengusaha," Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (15/7/2019).

 Baca Juga: Rata-Rata Dwelling Time Tanjung Priok 4,71 Hari

Menurutnya, jika terus terjadi pemogokan pekerja pemandu kapal maka arus barang ekspor impor juga akan terganggu dan merugikan para pelaku usaha Ekpedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) serta pabrik-pabrik yang produknya berorientasi ekspor.

"Saat ini saja diperkirakan sudah menyebabkan kerugian hingga Rp3,6 triliun akibat pemogokan pekerja pemandu kapal," katanya,

Dia meminta permasalahan ini bisa diselesaikan dengan cepat oleh Kementerian BUMN sebagai pemegang saham PT Jasa Armada Indonesia.

 Baca Juga: Sistem Manifest Generasi III Pangkas Dwelling Time hingga 20%

Seperti yang diberitakan Okezone, kegiatan pelayanan pemanduan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta mengalami gangguan operasional.

Penyebabnya adalah, pelayanan kepelabuhan di Terminal Tanjung Priok yang dikelola oleh PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk tersebut terhenti oleh aksi stop operasi oleh seluruh kru kapal mulai dari Anak Buah Kapal (ABK) hingga nakhoda kapal pandu di terminal tersebut pada hari Rabu 10 Juli 2019 di Kantor Kepanduan Pelabuhan Tanjung Priok.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini