JAKARTA - Kecelakaan kerja kembali terjadi pada proyek infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah. Kali ini, kecelakaan terjadi pada proyek pembangunan fasilitas perkeretaapian jalur Manggarai hingga Jatinegara. Crane double-double track (DDT) untuk pembangunan jalur kereta tersebut jatuh pada Minggu pagi.
Merespon kecelakaan tersebut, Komite Kecelakaan Konstruksi (KKK) yang dibentuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung melakukan investigasi dengan turun kelapangan. Itu merupakan investigasi pertama sejak pembentukan K3 oleh Kementerian PUPR seminggu yang lalu.
Baca Juga: Hutama Karya Pastikan Santuni Korban Crane Jatinegara
Menindaklanjuti hasil investigasi tersebut, Anggota KKK Lazuardi Nurdin mengatakan, pihaknya akan mengadakan rapat bersama seluruh stakeholder yang terkait guna membahas tindak lanjut dari kasus tersebut. Rapat itu sendiri dijadwalkan akan dilangsungkan pada pukul 13.00 WIB secara tertutup.
"Kita akan ada rapat. Jadi pembahasannya untuk kecelakaan kemarin. Untuk pembahasannya secara detail belum tahu," ujarnya saat dihubungi, Senin (5/2/2018).
Lebih lanjut, Lazuardi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan sejumlah orang luka-luka itu. Namun, sejauh dari pengamatan tim dilapangan, kecelakaan tersebut terjadi disebabkan karena jatuhnya alat berat dari alat launcher girder.
“Kalau dari pengamatan dia dudukan launcher girder yang sering kepleset. Cuma pertanyaannya bukan itu, tapi kenapa itu sering terjadi. Pertanyaannya kan di situ. Kalau itu nya pasti semua sudah tahu, tapi kenapa,” jelasnya.
Baca Juga: Crane Jatinegara Jatuh, Kompetensi Pengawas Proyek Wajib Dipertanyakan
Setelah menggelar rapat, ia mengatakan, rencananya akan dilakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut untuk mengetahui secara pasti penyebab peristiwa tersebut. Namun, dirinya belum bisa memastikan lamanya proses tindak lanjut investigasi tersebut dilakukan.
"Kita harus gali dulu diinvestigasikan dulu. Kapannya belum tahu, kalau lamanya tergantung bisa 2 sampai 3 hari tergantung hasil dari data," jelasnya.
Akibat kejadian nahas ini, sebanyak empat orang pekerja proyek meningga dunia. Dua diantaranya meninggal di tempat kejadian perkara, sementara dua lainnya meninggal di rumah sakit.
(ulf)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.