"Alat tersebut sudah biasa digunakan dan juga baru, digunakan untuk pemasangan 6 segmen dan itu sukses. Tapi saat manuver bergerak ke segmen 7 ada problem. Problem ini dari hasil ekspose bisa kita simpulkan, karena akses ke sana masih diberi police line, dari tim enggak bisa langsung ke lokasi. Kecuali setelah pengamanan bisa masuk. Jadi observasinya mohon waktu," jelasnya.
Iwan mengatakan, selain peralatan dirinya bersama dengan tim K3 juga akan melakukan investigasi kepada para pekerja proyek. Namun dari hasil penyelidikan sementara, psikis dari para pekerja sebelum kejadian cukup terganggu.
Sesaat sebelum kejadian, kondisi lapangan diguyur hujan deras sementara para pekeraja menunggu hujan reda. Setelah reda, ada dugaan mereka mengerjakan pekerjaannya dengan kondisi basah dan kedinginan. Sehingga, hal tersebut cukup menganggu konsentrasi pengerjaan.
"Jam 11.00 malam hujan. Tanaga kerja tunggu lama, jam 05.00 baru mulai. Psikis kerja dalam keadaan basah saya tidak tahu atau observasi lapangan. Mereka itu sebenarnya sudah pekerja certified," ucap Iwan.
Baca Juga: Kementerian PUPR Imbau Jangan Ada Kecelakaan Kerja dari Kontraktor