Image

Goldman Sachs: Bitcoin Cs Bisa Terjun Bebas ke 0

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 15:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 08 278 1856626 goldman-sachs-bitcoin-cs-bisa-terjun-bebas-ke-0-esjDTPkoSp.jpg Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Goldman Sachs memperkirakan mata uang kripto alias cryptocurrency baik cepat atau lambat akan mengalami kejatuhan. Bahkan, nilai uang digital tersebut diperkirakan mencapai titik terendah di angka nol.

Kepala Peneliti investasi global Goldman Sachs Steve Strongin mengatakan, bahwa kripto-eskalasi tidak memiliki "nilai intrinsik". Menurutnya, tidak mungkin mata uang digital akan bertahan dalam jangka panjang, seperti yang terjadi pada "bubble internet di akhir tahun 1990-an".

"Orang-orang tampaknya memperdagangkan kripto-kripto seolah-olah mereka semua akan bertahan, atau setidaknya mempertahankan nilainya. Korelasi tinggi antara kripto yang berbeda mengkhawatirkan saya," kata dia seperti dilansir dari CNBC, Kamis (8/2/2018).

"Ini bertentangan dengan apa yang diharapkan di pasar, mata uang baru nampaknya tidak mengurangi nilai mata uang lama, mereka semua sepertinya bergerak sebagai satu kelas aset tunggal, " tambah Strongin.

Baca Juga;Jokowi: Bitcoin Cs Diperebutkan Banyak Orang

Menurutnya, dengan banyak orang yang telah mengambil untung di mata uang digital tersebut, maka potensi depresiasi harus diperhitungkan. "Dan karena kurangnya nilai intrinsik, mata uang yang tidak bertahan kemungkinan besar akan diperdagangkan ke nol," jelasnya.

Penelitian Goldman muncul setelah aksi jual masif di pasar kripto-kardiak selama beberapa hari terakhir, dengan titik terendahnya terjadi pada dua hari lalu, membuat penurunan valuasi mencapai USD550 miliar. Bitcoin bahkan merosot di bawah USD6.000 untuk pertama kalinya sejak November.

Strongin menyebut, periode kripto ini sebagai percobaan dan membandingkannya dengan bubble internet pada akhir tahun 1990-an. Dia mengatakan, hanya sedikit perusahaan yang ada mampu bertahan. Meskipun Google dan Amazon bertahan, namun bentuk bisnis mereka "sangat berbeda".

"Jadi, apakah semua kripto yang ada sekarang ini akan menjadi Amazon atau Google, atau akankah mereka berakhir seperti banyak mesin pencari yang sekarang sudah tidak berfungsi? Hanya karena kita berada dalam gelembung spekulatif tidak berarti harga saat ini tidak dapat meningkat, untuk segelintir orang yang selamat," paparnya.

Baca juga: BI: Kajian Mata Uang Digital Selesai 2020


Goldman menilai, teknologi yang mendasari kripto yang disebut blockchain, memiliki peran besar dalam memperbaiki transaksi keuangan. Goldman sebelumnya telah menyarankan untuk menghindari Bitcoin Cs. Pada Oktober silam, bank investasi ini mengeluarkan sebuah catatan yang mengatakan bahwa bitcoin bukanlah emas model baru.

Cryptocurrencies rebound kemarin, dan masih banyak yang berada di posisi tertinggi sepanjang masa. Para ahli memperkirakan bahwa valuasi pasar kripto bisa mencapai USD1 triliun tahun ini.

Sebelumnya, Bank Dunia mempertanyakan legitimasi mata uang kripto (cryptocurrency) yang dinilai mirip skema Ponzi, sebuah modus investasi bodong yang memberikan keuntungan kepada investor dari uang yang dibayar oleh investor berikutnya.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, Bank Dunia sangat berhati-hati dengan teknologi pencatatan terintegrasi modern (blockchain) yang populer di balik mata uang kripto. Namun, dia melihat ada sebuah harapan teknologi tersebut bisa digunakan oleh berbagai negara maju untuk mengamati pergerakan uang secara lebih efektif sekaligus menangkal korupsi.

Pada tahun lalu, sejumlah mata uang kripto seperti bitcoin meroket tajam lebih dari 1.100% meski nilainya jatuh cukup dalam sejak pertengahan bulan Desember. Pada awal bulan ini, nilai bitcoin juga sempat jatuh dari USD10.000 per 1 bitcoin menuju USD6.000 hanya dalam waktu empat hari meskipun mulai merangkak naik dalam dua hari terakhir.

Selain gejolaknya yang sangat tinggi, mata uang kripto juga membuat khawatir banyak pihak karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tanpa regulasi membuat mata uang kripto rawan digunakan untuk praktik pencucian uang dan tindak kriminal lainnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini