nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Siapkan Kepulauan Mentawai Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 07:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 08 320 1856395 jokowi-siapkan-kepulauan-mentawai-jadi-kawasan-ekonomi-khusus-AFUjLZACvJ.jpg Foto: Loft Asia

MENTAWAI - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berkomitmen menjadikan Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kawasan Ekonomi Khusus akan dipusatkan di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai.

Luhut mengatakan, pada tahap awal pembangunan KEK yaitu akan dilakukan dengan memperluas bandara yang ada di Pulau Sibora.

"Perpanjangan lapangan terbang di Pulau Sibora ini itu jadi 800 meter ke 1600 meter. Sehingga (Pesawat Jenis) ATR bisa masuk,” kata Luhut saat mengunjungi Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Rabu (7/2/2018).

Baca juga: Menpar: Mentawai Paling Potensial Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Luhut menambahkan, Kepulauan Mentawai memang tepat untuk menjadi KEK. Apalagi, Mentawai memiliki spot surfing yang disukai oleh para wisatawan khususnya wisatawan mancanegara.

“Sekarang udah banyak orang asing datang ke mari, meningkat sudah 9.000 orang lebih. Nah ini kita ingin turis sampai 300.000 dengan KEK itu jalan,” ujarnya.

Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta pemerintah setempat untuk mengelola kekayaan alam yang ada di Kepulauan Mentawai. Luhut mengatakan, Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit langsung merespons permintaan Kepala Negara tersebut.

“Nah tadi saya lihat Pak Wagub responsnya sangat bagus untuk kita kerjakan. Itu yang akan segera kita lakukan. Nah minggu depan akhir atau paling lambat minggu berikutnya, Pak Bupati (Kepulauan Mentawai) dan tim dengan juga Pemda tingkat satu akan rapat di Jakarta, akan menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

 Baca juga: KEK Tanjung Api-Api Diminati 12 Investor
 

Luhut menambahkan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat terlebih dulu mengajukan kawasan wisata Mandeh untuk menjadi KEK sebelum Mentawai menyusul mengajukan pengembangan kawasan ekonomiserupa. Namun, pengembangan KEK di Mande terbilang lambat.

Lokasi wisata yang dijuluki ‘Raja Ampat Sumatera’ itu sudah sejak tahun 2015 namun belum juga mampu membuka lahan untuk pengembangan KEK.

“Kami dengan Menteri Pariwisata, pulang akan lewat Mandeh. Mau lihat Mandeh ini kenapa enggak jalan-jalan sejak 2015. Nah itu juga kami akan rapat di airport Padang, Minangkabau untuk mencari masalahnya apa untuk diselesaikan. Kan kita-kita saja yang ngatur, kenapa mesti ada masalah. Saya pikir kalau itu selesai Sumatera Barat tambah cantik, tambah hebat lagi,” ujarnya.

 Baca juga: Pembebasan Lahan KEK Tanjung Api-Api Dikebut

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan Kepulauan Mentawai dianggap lebih cepat dalam mewujudkan pembangunan KEK sebab telah memiliki 2.600 hektare lahan yang dibebaskan oleh swasta.

Sementara Mandeh, hingga kini pun belum mampu menggaet investor besar yang mau berpartisipasi dalam rencana KEK. “Kemungkinan besar Mentawai lebih dulu. Di atas kertas sudah ada 2.600 hektare lahan di Mentawai yang telah dibebaskan, untuk digunakan sebagai KEK,” ujarnya, terpisah.

Lahan 2.600 hektare yang disiapkan menjadi KEK di Mentawai, tepatnya berada di Taileleu Pulau Siberut. Arief menuturkan, bahwa pemerintah tidak akan sulit menjadikan Mentawai sebagai KEK. Sebab, Mentawai telah memiliki modal besar yaitu keindahan ombak sebagai lokasi surfing kelas dunia.

“Pantai Kuta sebagai lokasi surfing, telah membawa Bali secara keseluruhan dikenal dunia. Begitu juga Pantai Plekung di Banyuwangi juga dikenal karena lokasi surfingnya. Mentawai pasti juga bisa,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Sumatra Barat sebelumnya mengusulkan Kawasan Wisata Bahari Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan menjadi KEK.

Destinasi wisata yang dijuluki sebagai ‘Raja Ampat Sumatra’ tersebut belum mampu mewujudkan ‘syarat’ sebagai KEK sebab pembebasan lahan seluas 400 hektare tak tuntas. Kemudian, Mentawai mengajukan diri menjadi KEK dengan kepastian telah menyediakan lahan 2.600 hektare.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini