Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mulai Panen, Mentan Bentuk Tim untuk Jaga Harga Gabah di Tingkat Petani

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Kamis, 08 Februari 2018 |18:29 WIB
Mulai Panen, Mentan Bentuk Tim untuk Jaga Harga Gabah di Tingkat Petani
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Masalah kenaikan harga beras telah terjadi sejak akhir tahun 2017 hingga awal tahun 2018. Bahkan harga beras menjadi pendorong utama inflasi di Desember 2017 dan Januari 2018 ini.

Namun, saat ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, sudah mulai terjadi panen di sejumlah daerah di Indonesia. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga: Sambangi Menko Darmin, Mentan Lapor Panen Padi di Sejumlah Daerah

Bahkan panen pada saat ini dikhawatirkan akan membuat harga gabah kering panen di petani menurun sehingga pemerintah akan membuat tim khusus agar harga tidak jatuh terlalu jauh dari Harga Pokok Penjualan (HPP).

"Kami membentuk tim sergab (serap gabah) di daerah sentral produksi, 7 propinsi. Langsung kami gerakkan seluruh tim. Jangan sampai ada petani mengeluh karena harga di bawah HPP," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Baca Juga: Operasi Pasar Jadi Senjata Bulog Tekan Harga Beras

Mentan Amran menjelaskan, panen tidak hanya terjadi di 7 provinsi tersebut tapi hampir menyeluruh ke seluruh daerah di Indonesia. Artinya di awal Februari sudah mulai panen dan nanti selanjutnya akan lebih banyak lagi daerah yang panen.

Dia juga berharap, dengan panen ini maka akan menurunkan harga komoditas beras yang sebelumnya sangat tinggi karena stok yang terbatas. Bahkan dia mengatakan, harga beras sudah mulai menurun sebesar Rp625 sejak tiga hari lalu.

Baca Juga: Pasokan Beras Menyusut, Lahan Pertanian pun Berubah Jadi Hunian

"Tapi yang terpenting saya sampaikan bahwa harga gabah di lapangan ada sampai Rp4.000 per kg dan kita sudah beli," tukasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement