nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Habiskan Rp86 Miliar, 10.101 Rumah Sudah Terhubung Jaringan Gas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 18:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 11 320 1857985 habiskan-rp86-miliar-10-101-rumah-sudah-terhubung-jaringan-gas-8X3n9SFbiH.jpg (Foto: Koran SINDO)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan harga jual gas bumi dari jaringan gas rumah tangga untuk wilayah Kota Mojokerto.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan, harga jargas untuk wilayah kota ini sebesar Rp4.250 per meter kubik.

"Harga jargas untuk wilayah Jawa Timur khususnya Kota Mojokerto Rp4.250 per meter kubik," kata Jonan seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (11/2/2018).

 Baca juga: Ditargetkan Jadi Kota Gas, Batam Bakal Jadi 'Surga' bagi Investor

Pada Jumat 9 Februari 2018, Jonan meresmikan 10.101 Sambungan Rumah (SR) Jaringan Distribusi Gas Bumi (Jargas) Rumah Tangga wilayah Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto dari pendanaan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) Tahun 2017.

Pembangunan infrastruktur jargas di Kota Mojokerto ditugaskan kepada Perusahaan Gas Negara/PGN (Persero) sementara, PT Pertamina (Persero) mendapatkan mandat untuk membangun jargas di Kabupaten Mojokerto. Total pembiayaannya mencapai sekitar Rp86 miliar.

"Jargas di Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto dibangun karena berdekatan dengan dua sumur gas yang signifikan yang dioperasikan CNOOC Madura Limited dan Kangean Energy Indonesia," ujar Jonan.

 Baca juga: Antisipasi Ditinggal Mudik, PGN Siagakan Petugas Patroli Gas 24 Jam

Hadir pula pada kesempatan tersebut Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim, Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani, Walikota Mojokerto Masud Yunus dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi.

Jonan menyampaikan, penggunaan jargas untuk rumah tangga akan membawa banyak manfaat. Salah satunya mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LGP).

"Setahun kebutuhan kita 6,5 juta ton, 4,5 juta diantaranya masih impor. Meski produksi gas bumi kita 1,2 juta setara barel oil per hari, jenis yang dihasilkan bukan C3 dan C4 yang bisa dibuat LPG," tutup Jonan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini