nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semen Baturaja Terbitkan Surat Utang Rp400 Miliar

ant, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 20 278 1862231 semen-baturaja-terbitkan-surat-utang-rp400-miliar-xA9LhAOI3B.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat utang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun dengan bunga 9% flat per tahun.

Perseroan bekerja sama dengan BNI Sekuritas selaku Lead Arranger untuk penerbitan MTN.

Direktur Utama SMBR Rahmad Pribadi mengemukakan, MTN merupakan instrumen keuangan yang cocok untuk Perseroan karena menawarkan tingkat bunga yang kompetitif.

Baca Juga: Pembangunan Tercepat dalam Sejarah, Semen Baturaja Operasikan Pabrik Keduanya

"Saat ini, momentumnya juga sangat tepat karena bursa domestik dan global sedang berada dalam kondisi yang baik," katanya di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Sebelumnya, pada tahun 2016, perseroan menerima fasilitas kredit investasi sebesar Rp1,3 triliun dengan bunga 9,45% per tahun. Hingga akhir 2017, kredit investasi yang sudah digunakan untuk pembangunan Pabrik Baturaja II telah mencapai Rp925 miliar.

Baca Juga: Kolaborasi Semen Baturaja, PTPP dan Telkom, Deputi: Kerjasama BUMN dengan BUMN Itu Sulit

Oleh karena itu, untuk melakukan penghematan biaya bunga, perseroan mengganti sisa pinjaman sebesar Rp400 miliar melalui MTN dengan bunga yang lebih rendah sehingga memberikan penghematan mencapai Rp79,5 miliar dibanding kredit investasi sebelumnya.

Baca Juga: Bangun Rumah untuk Karyawannya, Semen Baturaja Sinergi dengan Telkom dan PTPP

Dalam rangka penerbitan MTN ini, Perseroan mendapat peringkat idA dari PEFINDO dengan outlook stabil. "Ini membuktikan bahwa SMBR memiliki prospek usaha yang bagus dan mendapatkan kepercayaan investor untuk menerbitkan MTN," lanjut Rahmad.

Dana MTN ini rencananya akan digunakan untuk membayar utang retensi Pabrik Baturaja II sebesar Rp233,7 miliar. Selain itu juga akan digunakan belanja modal pada tahun 2018.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini