Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Infrastruktur Elevated Dihentikan, Tol Jakarta-Cikampek II Dipastikan Mandek

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 20 Februari 2018 |16:34 WIB
Proyek Infrastruktur <i>Elevated</i> Dihentikan, Tol Jakarta-Cikampek II Dipastikan Mandek
Ilustrasi Jalan Tol. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tidak keberatan jika harus menghentikan sementara proyek infrastruktur jalan tol terangkat (elevetad). Meski demikian ada satu proyek elevated yang terkena imbas yakni Jakarta Cikampek II Elevated.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, ada dua proyek elevated yang tengah dikerjakan, Jakarta Cikampek Elevated dan Bogor Ring Road. Untuk tol yang di Bogor sudah selesai pembangunan, artinya tidak ada masalah dengan rencana penghentian sementara ini.

"Yang kena itu hanya Jakarta-Cikampek elevated pasti berhenti, kalau yang lain-lain kombinasi sama jembatan jadi jalan terus," tuturnya, di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya, penghentian sementara ini tidak merugikan dari sisi dana ataupun waktu. Pasalnya, banyak proses yang membutuhkan waktu lama, seperti pembebasan lahan.

Baca Juga: Menteri Basuki: Menteri Rini yang Berhak Beri Sanksi Waskita Karya

"Enggak ada kerugian kok dari kebijakan ini, karena kan enggak berhenti seterusnya. Jadi berhenti, review, kita sama-sama lihat. Kita yang penting aktifkan supaya review segera dan jalan lagi," tuturnya.

Saat ini, perseroan akan mengevaluasi metode pengerjaan proyek layang yang sudah dilakukan. Nantinya, hal tersebut akan menjadi penilaian oleh Tim Komite Keselamatan Kontruksi.

"Jadi kami saya sama Pak Joko kencang kejar tim untuk evaluasi metode kita, supaya kita memberikan keyakinan metode kita ini Insya Allah enggak terlalu lama," ujarnya.

Baca Juga: Tol Becakayu Roboh, Menteri Rini Siap Evaluasi Direksi Waskita Karya

Bekisting Pier Head Jalan Tol Becakayu pagi ini roboh. Kejadian terjadi pada pukul 03.00 WIB saat dilakukan pengecoran pier head dengan kondisi beton masih basah dan bekisting merosot sehingga jatuh. Untuk menindaklanjuti, Waskita telah berkoordinasi dengan aparat dan pihak yg berwajib untuk menangani masalah ini.

Saat ini pun sedang dilakukan investigasi secara internal maupun oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan data dan informasi mengenai peristiwa tersebut dan diharapkan hasilnya sudah keluar dalam waktu 1x24 jam. Atas kejadian ini, Waskita telah melakukan evakuasi terhadap 7 korban luka dan sudah dilakukan pengananan di RS UKI.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menegaskan bahwa bukan tiang pancang atau tiang penyangga proyek Tol Becakayu yang roboh pagi ini, tetapi bekisting pier head.

Akun Twitter Polda Metro Jaya, menginformasikan bahwa tiang proyek tol Becakayu yang roboh berada di DI. Panjaitan, Jakarta Timur.

Dikabarkan tujuh pekerja menalami luka akibat robohnya tiang pancang. “Seluruh korban Pekerja yg kritis karena Tiang Girder ambruk,” tulis @TMCPolda.

Empat korban sudah berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RS Polri. Hingga saat ini petugas masih melakukan penangan tiang pancang yang roboh.

Oleh karena itu, Kemen PUPR akan mengevaluasi pembagian jam kerja para pekerja proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) usai robohnya bekisting pier head. Tak hanya itu, Kementerian PURP akan melakukan pemeriksaan terhadap proses pengecoran yang menyebabkan robohnya pier head.

Musibah di proyek Becakayu menambah catatan buruk kinerja dari BUMN konstruksi. Pasalnya ini adalah proyek keenam Waskita yang bermasalah setelah sebelumnya sudah ada 5 proyek yang dikerjakan mengalami kecelakaan kerja.

Adapun kelima proyek tersebut adalah, proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, Jembatan penyeberangan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, girder proyek Pembangunan Jalan Tol Paspro (Pasuruan Probolinggo), crane proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dan kontruksi girder proyek Pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement