"Memang pertama kali belanja ada worry dan ketakutan, sehingga belanja dengan barang kecil atau murah. Begitu kemudian merasakan pengalaman yang baik maka makin sering belanja dan mulai berani membeli barang yang mahal, misalnya elektronik seperti TV, lemari es, dan lain-lain," jelas dia.
Penjelasan Fajrin diamini oleh, Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi. Eri mengatakan, kemunculan e-commerce meningkatkan tren pengiriman barang berat untuk konsumen ritel lewat jasa pengiriman. Kondisi tersebut menandakan masyarakat mulai berbelanja barang besar melalui e-commerce meskipun harus menempuh jarak jauh, serta biaya yang lebih mahal.
Baca Juga: Berkat E-Commerce, Pertumbuhan Jasa Pengiriman Stabil 30% Tiap Tahun
Kecenderungan baru ini tidak terlepas dari upaya pemerintah menggeber pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah. Menariknya, tidak hanya kota di Pulau Jawa, tren pengiriman barang berat ini juga tampak di kota luar Pulau Jawa seperti Makassar dan Balikpapan.
"Dulu kan barang-barang (yang dikirim) masih barang-barang yang ringan. Di data kami mulai ada yang kirim beras, sparepart kendaraan, furniture itu ada pasarnya," kata dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.