Share

Sarana Menara Nusantara Ditinggal Salah Satu Direksinya

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Rabu 28 Februari 2018 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 26 278 1864984 sarana-menara-nusantara-ditinggal-salah-satu-direksinya-ut6lawsHTh.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Salah satu direksi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengajukan pengunduran diri. Namun, perseroan belum mengungkapkan alasan mundurnya salah satu direksi tersebut.

Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/2/2018), Michael Todd Bucey telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direksi perseroan. Surat pengudunduran diri tersebut, telah diajukan sejak 22 Februari 2018.

Michael Todd Bucey diangkat sebagai direksi perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 November 2015, yang kemudian ditungkan dalam berita acara RUPSLB pada 20 November 2015.

Sesuai dengan keputusan OJK, maka pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam RUPST yang akan datang. Namun, jika perseroan tidak menyelenggarakan RUPS dalam kurun waktu tertentu, maka pengunduran diri anggota direksi menjadi sah.

Hingga Desember 2017, Sarana Menara memiliki dan mengelola lebih dari 14.800 menara dan meraih 25.000 tenancy leases. Perseroan juga mencatat 4.100 km jaringan fiber optic di lebih dari 250 lokasi points of presence (PoP) di Jakarta dan Surabaya.

Perseroan mengoperasikan dan menyewakan very small aperture terminal (VSAT), yakni jasa satelit nasional. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar Rp 37 triliun tersebut dimiliki oleh sejumlah perusahaan milik keluarga Hartono, pemegang saham grup perusahaan Djarum.

Tahun lalu, perseroan melalui anak usahaya, Protelindo, memperoleh pinjaman sebesar Rp 1 triliun. Perseroan menandatangani perjanjan fasilitas pinjaman tersebut pada 20 Juni 2017.

Tingkat bunga pinjaman berdasarkan kepada jakarta interbank offered rate dan margin yang berlaku yaitu 1,8% per tahun. Perseroan memperoleh pinjaman itu dari PT Bank Mandiri Tbk.

Selain pinjaman Bank Mandiri, perseroan menandatangani amandement letter dengan DBS Bank Ltd, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch (SMCB) dan Oversea-chinese Banking Corporation Limited (OCBC).

Arif menjelaskan, terdapat beberapa keterangan penting dalam tiga perjanjian tersebut. Dalam perjanjian dengan DBS tercatat margin yang berlaku sebesar 1,4% per tahun, perjanjian SMBC menghasilkan jangka waktu pinjaman selama enam tahun sejak penandatanganan dan margin yang berlaku sebesar 1,5% per tahun.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini