Astra Akan Bagi Dividen Rp185/Saham

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 28 278 1865774 astra-akan-bagi-dividen-rp185-saham-Lc5erXTl4G.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) akan berencana membagika dividen final sebesar Rp130 per saham dari sebelumnya Rp122 per saham. Dividen ini diberikan setelah ASII mencetak laba bersih Rp18,81 triliun sepanjang 2017 atau naik 25% dari laba bersih 2016 yang sebesar Rp15,15 triliun.

Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di Jakarta, Rabu (27/2/2018), usulan dividen final tersebut bersama dengan dividen interim Rp55 per saham akan menjadikan dividen total pada tahun 2017 menjadi Rp185 per saham dari sebelumnya Rp177 per saham.

Dividen final tersebut, akan diusulkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2018. Dividen final yang diusulkan tersebut berdasarkan pertimbangan meningkatnya utang pada level perusahaan induk Astra International dan rencana investasi lainnya di masa mendatang.

Sekadar informasi, pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra meningkat 14% menjadi Rp206,1 triliun dibandingkan dengan 2016, dengan pendapatan yang lebih tinggi diraih sebagian besar segmen bisnis. Laba bersih konsolidasian Grup meningkat 25% menjadi Rp18,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai aset bersih per saham tercatat menjadi Rp3.054 pada 31 Desember 2017, meningkat 10% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2016. Sementara nilai kas bersih, di luar Grup Jasa Keuangan, mencapai Rp2,7 triliun pada akhir tahun 2017 dibandingkan nilai kas bersih pada akhir tahun 2016 sebesar Rp6,2 triliun.

Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh investasi baru yang dilakukan sepanjang tahun pada jalan tol, properti serta pembangkit tenaga listrik. Sejalan dengan hal tersebut, utang bersih di perusahaan induk, Astra International mencapai Rp9,2 triliun pada akhir tahun 2017, meningkat dibandingkan pada akhir 2016 sebesar Rp7,1 triliun.

Di sisi lain, anak perusahaan Grup Jasa Keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp46,1 triliun pada akhir tahun 2017, dibandingkan dengan Rp47,7 triliun pada akhir tahun 2016.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini