nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gudang Beras Bulog di Indramayu Kosong, Apa Benar Indonesia Surplus Beras?

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 13:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 28 320 1865903 gudang-beras-bulog-di-indramayu-kosong-apa-benar-indonesia-surplus-beras-WMFDtFRpFT.jpeg Foto: Feby Novalius/Okezone

CIREBON - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai stok beras saat ini belumlah aman. Terbukti harga beras masih terbilang tinggi, walau cenderung turun.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi usai mengikuti kunjungan kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ke gudang Bulog di Kelapa Gading Jakarta, Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon dan juga ke pedagang beras di pasar tradisional di Indramayu dan PGC Cirebon.

Baca Juga: Hanya Beras Bulog yang Dijual di Bawah HET

"Harga beras medium Bulog dibanderol Rp 9.300 per kg, itu pun dengan kualitas yang buruk. Kata pedagang, banyak konsumen yang tidak mau beli sekalipun untuk konsumen miskin. Yang beli beras tersebut rata-rata pedagang lontong saja," ujarnya di Hotel The Laxton, Cirebon, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Menurut Tulus, Menteri Pertanian seharusnya merevisi pernyataannya bahwa Indonesia surplus beras. Pasalnya, Gudang Bulog Singakerta Indramayu, nyaris dalam keadaan kosong. Hanya ada 93 ton beras dari seharusnya 21.500 ton.

Baca Juga: Inspeksi Beras Impor, Mendag Temui Gudang yang Hampir Kosong di Indramayu

"Surplus apanya? Kalau benar surplus seharusnya tidak ada impor beras. Ini jelas ironis, gudang Bulog sampai kosong padahal Indramayu adalah lumbung padi Provinsi Jabar, bahkan nasional," tuturnya.

Di Pasar tradisional daerah Indramayu dan juga Cirebon pedagang beras malah sudah dipasok dari daerah Jateng, khususnya dari Sragen dan Demak. Padahal Indramayu lumbung padinya Jabar, yang katanya mencapai 1.7 juta ton per tahun produksinya. 

Baca Juga: Mendag Kaget Indramayu "Impor" Beras dari Jawa Tengah

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, di sini ada 6 gudang dengan kapasitas 3.500 ton per gudang. Secara total kapasitas Gudang Bulog Singakerta II mencapai 21.500 ton.

"Untuk sekarang beras tersisa di sini 93 ton. Semuanya sudah dijual selama Operasi Pasar," tuturnya.

Menurut Djarot, keterisian beras di Gudang Singakerta terjadi saat musim panen di Indramayu tiba. Asal diketahui, Indramayu menjadi lumbung padi dengan jumlah produksi 1,7 juta ton.

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini