nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hero Supermarket Rugi Rp191 Miliar, Penjualan Turun 5%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 17:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 02 278 1867157 hero-supermarket-rugi-rp191-miliar-penjualan-turun-5-LLbwGjSgyv.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kinerja PT Hero Supermarket Tbk (HERO) sepanjang 2017 kurang cemerlang. Perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp191 miliar. Padahal, tahun 2016 perseroan mampu mengantongi laba bersih hingga Rp121 miliar.

Presiden Direktur Hero Supermarket Stephane Deutsch menjelaskan, kerugian ini disumbang adanya penurunan penjualan bersih sebesar 5% di tahun 2017 sebesar Rp13,03 triliun dari tahun sebelumnya Rp13,67 triliun.

Penurunan penjualan terutama disumbang dari bisnis makanan. Bisnis makanan mengalami penurunan penjualan sebesar 7% menjadi Rp10,85 triliun karena penjualan like-for like yang negatif akibat melemahnya kinerja supermarket dan hypermarket.

Di samping itu, penurunan ini disebabkan oleh biaya one-off yang dikeluarkan sebesar Rp366 miliar yang sebagian besar digunakan untuk penurunan nilai aset dan stock clearance pada bisnis makanan.

"Kondisi bisnis Makanan masih penuh dengan tantangan, sementara bisnis non-makanan terus tumbuh dengan kuat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/3/2018).

Perseroan dengan kode saham HERO ini juga mencatatkan operasional underlying sebesar Rp434 miliar dibandingkan dengan laba Rp91 miliar di tahun sebelumnya.

Sebaliknya penjualan bisnis non-makanan tumbuh sebesar 10% menjadi Rp 2,17 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan like-for-like pada bisnis IKEA dan Guardian. Laba usaha juga tumbuh 60% menjadi Rp282 miliar.

Meskipun terdapat penurunan profitabilitas, free cash flow atau arus kas bebas pada tahun berjalan tercatat sebesar Rp40 miliar dibandingkan arus kas pada tahun sebelumnya sebesar Rp7 miliar.

"Hal ini disebabkan oleh meningkatnya laba pada bisnis non-makanan dan modal kerja yang lebih baik, yang sangat mengimbangi penurunan laba usaha pada bisnis makanan," kata dia.

Per 31 Desember 2017, perseroan mencatatkan kas bersih mencapai Rp226 miliar, meningkat bila dibandingkan dengan kas pada akhir tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp183 miliar.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini