nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KAI Beli Gerbong Kereta Rp2 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 02 320 1866885 kai-beli-gerbong-kereta-rp2-triliun-3EjVSKWMTQ.jpg Foto: Koran Sindo

BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menganggarkan belanja modal sekitar Rp2 triliun untuk pengadaan 438 gerbong kereta baru hingga 2019 melalui pemesanan kepada PT Industri Kereta Api (INKA). 

Direktur Keselamatan dan Keamanan merangkap Direktur Komersial PT KAI (Persero) Apriyono Wedi Chresnanto mengatakan, 438 gerbong kereta itu akan menjadi 38 trainset atau rangkaian kereta api. Pengadaan akan dilakukan secara bertahap dan akan selesai hingga pertengahan 2019 atau sebelum Lebaran. Ke-438 kereta atau 38 trainset merupakan bagian dari program regenerasi sarana kereta yang sudah tua. Ratusan kereta itu masing-masing 210 kereta eksekutif, 150 kereta premium, 39 kereta makan, dan 39 kereta pembangkit. 

Baca Juga: Kemenhub Reaktivasi Jalur Kereta Yogyakarta-Magelang yang Tertidur 40 Tahun

“Kami pesan ke PT INKA sebanyak 438 kereta menggunakan dana obligasi kemarin. Itu untuk menggantikan rangkaian yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun yang jumlahnya sekitar 50%. Nanti standar kere tanya sama, dengan berbagai fasilitas yang cukup baik. Ini kami berikan untuk peningkatan pelayanan dan keselamatan penumpang,” ujar Apriyono saat peluncuran penggunaan KA Argo Parahyangan baru di Stasiun Bandung kemarin. Menurut dia, 438 kereta atau 38 trainset itu, 10 rangkaian akan mulai beroperasi sebelum Lebaran 2018. Empat di antaranya telah digunakan menjadi Argo Parahyangan melayani rute Bandung-Jakarta (PP). Ke-14 rangkaian lain akan datang akhir tahun ini, sisanya atau sekitar 14 rangkaian akan datang sebelum Lebaran 2019. 

Baca Juga: Libur Panjang Imlek, KAI Siapkan 8 Kereta Tambahan

“Ini semua produk baru buat an dalam negeri, PT INKA. Ini bukan kereta lama yang diperbaiki, tetapi dibangun dari nol. Ini produk baru PT INKA sesuai pesanan kami. Nanti 38 trainset ini akan disebar di Jawa dan Sumatera. Untuk Sumatera sudah dikirimkan ke Medan dan Tanjung Karang,” papar dia. Lebih lanjut, dia menjelaskan, empat KA baru tersebut mulai dioperasikan untuk menambah empat perjalanan KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta. Penambahan dilakukan melihat lonjakan penumpang yang cukup tinggi. KA baru itu mulai beroperasi pada Selasa (27/2). “KA baru memiliki kapasitas penumpang sebanyak 400 tempat duduk per rangkaian (trainset ), yang terdiri atas 8 kereta eksekutif, 1 kereta makan (restorasi), dan 1 kereta pembangkit,” kata Apriyono.

Keempat KA tersebut akan menambah jadwal keberangkatan KA relasi Jakarta-Bandung pulang pergi (PP) menjadi 22 kali perjalanan. Sebelumnya Argo Parahyangan rata-rata melayani 18 perjalanan sehari di weekday (Selasa-Kamis) menjadi 22 perjalanan. Dan 24 perjalanan PP sehari pada weekend (Jumat-Senin) menjadi 28 perjalanan. “Kami berharap dengan adanya penambahan jadwal ini, volume rata-rata penumpang KA Argo Parahyangan per hari naik sebesar 15,3% dari yang semula 10.432 orang menjadi 12.032 orang,” tutur dia. Rangkaian yang digunakan untuk KA Argo Parahyangan merupakan armada baru dengan bodi stainless steel yang lebih tahan karat dan cat stripping yang minimalis. Berbeda dengan bahan yang selama ini dipakai KAI, yakni mild steel .

Baca Juga: Pemerintah Uji Coba Kereta Api Berbahan Bakar Biodiesel

Selain tampilan luar yang tam pak sangat berbeda, di bagian interior pun, KAI menyematkan berbagai fasilitas yang akan memanjakan pengguna setia KAI. Salah satunya adalah jumlah toilet di masing-masing kereta/gerbong yakni sebanyak dua buah yang terletak bersebelahan. Di KA Argo Parahyangan ini semua toilet adalah toilet duduk. Para pelanggan setia KAI juga semakin nyaman dengan adanya sandaran kaki yang lebih fleksibel, lampu tidur dan baca, meja mini yang bisa dilipat di sandaran tangan, serta bagasi kabin yang ada pembatasnya untuk tiap-tiap penumpang. Direktur SDM PT KAI Ruli Adi mengatakan, pihaknya patut berbangga karena kereta api yang saat ini dipakai adalah karya anak negeri. Biasanya pengadaan kereta api mengandalkan produk impor dari negara lain. 

Dari sisi harga, lebih bersaing bila dibandingkan produk impor. Selain itu, ada kandungan material dalam negeri. “Ini murni diproduksi PT INKA. Ini harus kita banggakan. Apa yang kami lakukan dengan memesan 438 kereta, sebagai bagian dari inovasi KAI tingkatkan keselamatan dan kenyamanan kepada penumpang,” pungkas dia. 

(Arif Budianto)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini