JAKARTA – Pernah mendengar nasi kucing? Bagi Anda yang tinggal atau pernah menetap di Yogyakarta, tentu tidak asing lagi dengan istilah nasi kucing.
Ya, istilah tersebut adalah julukan untuk nasi yang dijual dengan gerobak pada malam hari, biasa disebut angkringan. Nah angkringan ini awalnya hanya ada di kota Yogyakarta saja, dan memang merupakan ciri khas dari kota pelajar tersebut.
Namun, saat ini sudah mulai berkembang bisnis angkringan di luar Yogyakarta. Nah, bagi Anda yang sekarang ini berstatus pengangguran, coba saja bisnis makanan yang satu ini. Selain udah dan modalnya kecil, bisnis ini juga sangat menguntungkan.
Mengutip buku “Pengangguran Kaya Raya” pengarang Wildan Fatoni, simak analisis biaya dan keuntungan dari bisnis nasi kucing.
|
Modal Investasi Awal |
||
|
Pembelian gerobak |
Rp2.500.000 |
|
|
Peralatan dan perlengkapan komplet |
Rp2.000.000 |
|
|
Tabung gas+kompor |
Rp350.000 |
|
|
Lain-lain |
Rp50.000 |
|
|
Total Investasi awal |
|
Rp4.900.000 |
|
Biaya Operasional bulanan |
||
|
Biaya untuk masak+minuman per bulan |
Rp4.500.000 |
|
|
Sewa tempat parker gerobak |
Rp500.000 |
|
|
Lain-lain |
Rp100.000 |
|
|
Total |
|
Rp5.100.000 |