PNS Baru Bakal Implementasikan Skema Pensiun Fully Funded, Bagaimana yang Lama?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 07 320 1869078 pns-baru-bakal-implementasikan-skema-pensiun-fully-funded-bagaimana-yang-lama-hDV7nICWOq.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) akan melakukan perombakan skema pensiun untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ditargetkan skema baru tersebut bisa rampung tahun ini dan mulai bisa diimplementasikan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asma Abnur mengatakan perubahan skema pensiun pada tahun ini hanya berlaku bagi PNS baru. Sementara PNS lama akan menggunakan skema lama.

 Baca juga: Skema Pensiunan PNS Akan Diubah, Menpan RB: Kita Harapkan Kelar Tahun Ini

"Kita harapkan tahun ini sudah selesai (kajiannya). Jadi untuk PNS yang baru sudah diberlakukan untuk skema yang baru," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Asman menjelaskan, sebagian PNS lama nantinya akan menggunakan dua metode yakni metode lama dan yang baru. Kedua metode lama yang dimaksud adalah metode pay as you go dan fully funded.

 Baca juga: Menpan RB Sambangi Menko Luhut, Bahas CPNS?

"Enggak bisa milih. Memang diberlakukan karena metode yang baru dan yang lama sudah berjalan jadi ada cut off-nya," ucapnya.

Nantinya lanjut Asman dalam penghitungannya, PNS lama yang sudah terlanjur untuk mengiur pay as you go akan tetap menggunakan skema selama dia ikut mengiur. Sementara sisanya akan menggunakan skema baru yang ditetapkan pemerintah yakni fully funded.

"Sebagian PNS lama itu ada dua metode nanti. Metode pay as you go dan fully funded. Misalnya ada yang 10 tahun lagi mau pensiun, itu nanti diitung dapat 2 metode dia. Ada cut offnya," jelasnya.

 Baca juga: Gaji Naik, Kesejahteraan PNS hingga Beban APBN

Sebagai informasi, skema pensiun PNS akan diubah dari sistem pay as you go menjadi sistem fully funded. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam aspek sumber pembayaran gaji itu sendiri.

Siatem pensiunan PNS melalui pay as you go dapat diartikan dengan pendanaan langsung oleh pemerintah dan pembayaran akan dilakukan secara bersamaan dengan mulai masuknya pegawai yang bersangkutan sebagai pensiun.

 Baca juga: BKN Kembangkan Sistem Deteksi Dini Permasalahan PNS

Artinya, seluruh pembayaran gaji PNS dibayarkan secara langsung dari APBN setelah pegawai yang bersangkutan mulai memasuki masa pensiun. Namun, sistem ini dinilai tidak begitu efektif karena setiap tahunya APBN mengalami pembengkakan dengan peningkatan gkatan beban anggaran mencapai Rp5 triliun.

Selain itu, dengan skema pay as you go, seluruh gaji PNS dibayarkan dari APBN tetapi juga dari pemotongan gaji pegawai selama masih aktif sebagai seorang PNS. Sesuai data dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), setiap pegawai dalam satu bulan akan dipotong sebesar 10% yang terbagi untuk jaminan kesehatan, tabungan hari tua dan gaji pensiunan sebesar 4,75%.

Sementara untuk skema baru yang akan diterapkan nantinya akan berasal penuh dari iuran yang dilakukan antara pemerintah dengan pegawai itu sendiri. Sehingga besarannya bisa ditentukan dan disesuaikan sendiri oleh pegawai.

Dengan sistem ini berarti bahwa pembayaran gaji pensiun merupakan hasil iuran pemerintah selaku pemberi kerja dan iuran pegawai sebagai pekerja. Besaran iuran dari pemerintah disarankan pada jumlah gaji PNS setiap bulannya.

Keuntungannya adalah anggaran iuran pemerintah untuk gaji pensiunan akan berbeda dengan beban anggaran pemerintah dan pembayarannya bisa diperkirakan ketika melakukan pembayaran gaji PNS. Selain itu, PNS bisa bebas menentukan berapa dana pensiun yang akan disesuaikan berdasarkan besarnya pensiun tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini