Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Perlu Melepaskan Ketergantungan Konsumsi Beras

Antara , Jurnalis-Jum'at, 09 Maret 2018 |13:33 WIB
Pemerintah Perlu Melepaskan Ketergantungan Konsumsi Beras
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah perlu melepaskan ketergantungan konsumsi masyarakat terhadap beras untuk mengatasi permasalahan ketahanan pangan di Tanah Air, kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani.

"Program diversifikasi pangan harus lebih ditingkatkan, mengingat Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sumber-sumber karbohidrat selain beras, seperti jagung, sorgum, kentang, sagu, dan umbi-umbian," kata Rosan dalam rilis, Jumat (9/3/2018).

Menurut dia, untuk menunjang program diversifikasi tersebut perlu ditetapkan kluster komoditas terkait dimana untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan ketersediaan lahan yang memadai.

Ia menyakini bahwa Indonesia akan mampu berswasembada dan menciptakan ketahanan pangan, bahkan mampu menjadi pemasok kebutuhan dan lumbung pangan dunia apabila tidak terkendala ketersediaan lahan.

Sebagaimana diwartakan, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) memuji capaian Pemerintah RI di sektor pertanian terutama pada pelaksanaan program asuransi pertanian dan sistem informasi pemantauan pertanian.

Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan pujian itu disampaikan Asisten Dirjen FAO/Kepala FAO Regional Bangkok (ADG FAO Bangkok) Kundhavi Kadiresan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan pertemuan di sela-sela "The Fourth Jakarta Food Security Summit" (JFSS-4) di Jakarta Convention Center Senayan.

Menteri Pertanian Amran dalam kesempatan itu menyampaikan capaian pembangunan pertanian melalui program upaya khusus (Upsus). Program ini mencakup semua aspek yang berperan untuk menciptakan sebuah kondisi pertanian yang sehat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement