Anak Presiden Jokowi Lebarkan Sayap Bisnis, Begini Cara Gibran Besarkan Markobar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 11 Maret 2018 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 11 320 1871069 anak-presiden-jokowi-lebarkan-sayap-bisnis-begini-cara-gibran-besarkan-markobar-BLYh4cjile.jpg Markobar (Foto: Yohana Artha Uly/Okezone)

JAKARTA - Bisnis martabak milik putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming semakin melebarkan sayap bisnis Markobar miliknya. Setelah memiliki 33 cabang memasarkan martabak kelas premiumnya, kini Gibran resmi membuka waralaba atau franchise.

"Dari kemarin, kekeh (bertahan) tiga tahun tidak franchise, minggu depan bisa (franchise) di seluruh kota Indonesia," ujar Gibran di Outlet Markobar, Cikini, Jakarta, Minggu (11/3/2018).

 Baca juga: Anak-Anak Presiden Jokowi "Perang Bisnis", Markobar vs Sang Pisang

Membuka peluang franchise ini, kata Gibran, selain karena melihat peluang untuk melebarkan pangsa pasarnya di seluruh Indonesia, tapi juga untuk menambah jaringan di dunia usaha.

"Ini untuk orang yang bingung mau usaha apa, membuka peluang itu. Juga bisa nambah teman, nambah mitra, nambah relasi di dunia usaha," ujarnya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi oleh peng-waralaba atau franchisor. Selain tentunya, memiliki kemampuan dana investasi yang cukup, franchisor juga harus memiliki minat dalam usaha food and beverage dan terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis.

"Tentunya punya lokasi (untuk bisnis), sediakan pegawai, dan siap membayar lisensi," ungkap dia.

Dalam laman resmi Markobar, tertuliskan mekanisme untuk franchise bisnis martabak ini. Di mana bisnis Gibran ini mematok nilai investasi Rp300 juta.

"Semua harga belum termasuk Investasi Awal dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Harga dapat berubah sewaktu-waktu," tulis laman itu.

Terdapat tiga tipe untuk franchisor menanamkan dananya dalam bisnis ini. Pertama tipe island, dengan luas tempat 9 m2, dengan konsep take away. Untuk investasi awal, di tipe ini franchisor harus menyiapkan stand, peralatan, stationary dan seragam pegawai.

Kemudian tipe container, dengan luas 18 m2, tipe ini juga berkonsep take away. Untuk investasi awal franchisor menyiapkan shipping container seluas 20 feet, memiliki peralatan, stationary dan seragam pegawai.

Sedangkan tipe ketiga, yakni tipe cafe dengan luas berkisar 150 m2. Tipe ini juga berkonsep tak away dan makan ditempat. Untuk investasi awal franchisor perlu menyiapkan peralatan, seragam bagi pegawai, dekorasi ruangan termasuk meja dan kursi, serta papan nama cafe.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini