Menhub: Angkot Harus Diberi Subsidi dan Insentif

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 12 320 1871319 menhub-angkot-harus-diberi-subsidi-dan-insentif-siC48wmapo.jpg Menhub Budi Karya. (Foto: Okezone)

BEKASI - Aturan ganjil genap pada ruas tol Jakarta-Cikampek resmi diberlakukan mulai hari ini. Nantinya, aturan tersebut berlaku pada hari Senin hingga Jumat pada pukul 06.00-09.00 WIB pada tiga titik yakni Bekasi Barat 1 , Bekasi Barat 2 dan Bekasi Timur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, diberlakukannya ganjil genap merupakan upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi massal. Karena menurutnya, saat ini banyak sekali warga Bekasi yang menuju tempat kerjanya di Jakarta dengan menggunakan mobil pribadi.

"Pada dasarnya upaya ini adalah yang kita lakukan integrated dan akhirnya mengharapkan masyarakat itu ke angkutan massal bus kereta api dan sebagainya," ujarnya di Mega City Mall Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).

Baca Juga: Terapkan Ganjil Genap di Tol Cikampek, Menhub Minta Maaf ke Warga Bekasi

Apalagi, lanjut Budi, saat ini pihaknya tengah membangun berbagai macam moda transportasi publik yang lebih nyaman. Seperti sebut saja pembangunan Light Rail Transportation (LRT) Jabodebek hingga Masa Rapid Transit (MRT) bahkan penambahan jalur Double-Double Track (DDT) yang memungkinkan Kereta Rel Listrik (KRL) menambah jalurnya.

"Jadi pada saat nanti LRT beroperasi, masyarakat bisa menggunakan Bus, LRT dan MRT ini," ucapnya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu pun mengatakan, ketika masyarakat sudah mau menggunakan transportasi massal, maka mereka harus dibuat nyaman dan tidak diusik dengan massalah seperti mengenai harga hingga jalur. "Ini LRT, MRT, dan BRT itu solusi jangka panjang. Tapi tidak boleh memberatkan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, perusahaan transportasi juga diminta untuk mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat. Sehingga masyarakat semakin nyaman dalam menggunakan transportasi massal.

"Banyak komplain pulangnya gimana. Nah ini harus kita lakukan sesuatu agar. Apakah tarifnya atau okupansinya atau karena tujuannya Senayan itu salah. Kan bisa saja pengguna maunya menuju Thamrin," jelasnya.

Baca Juga: Ganjil Genap Tol Jakarta-Cikampek, Menhub: Kita Perlu Berimprovisasi

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Royke Lumowa mengatakan dengan adanya ganjil genap, mendorong masyarakat untuk aktif menggunakan transportasi. Sementara pihak pemerintah yang juga perlu memberikan insentif agar transportasi massal bisa lebih terjangkau oleh semua kalangan.

"Di luar negeri itu ada active Transportation (transportasi sehat merakyat), yang utama angkutan umum harus diberikan subsidi insentif," ucapnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini