Dia menyampaikan, terkoreksinya ketiga indeks reksa dana itu sejalan dengan kinerja aset dasar (underlying asset) produk reksa dana yang juga melemah pada periode itu, khususnya pasar saham dan obligasi pemerintah. Direktur Investor Relation & Chief Economist Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat memprediksi, pada tahun 2018 ini reksa dana saham akan memiliki pergerakan yang positif.
Menurutnya, pergerakan laju reksa dana saham akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen, mulai dari kebijakan ekonomi pemerintah hingga pergerakan pasar global.” Reksa dana di 2018 ini yang potensial itu reksa dana saham. Return-nya pada tahun ini menurut saya paling tidak 16%, karena mungkin indeks (IHSG) bisa mencapai 7.200," ujar Budi.
Dia menjelaskan, sentimen dari dalam negeri yang akan mempengaruhi laju reksa dana saham salah satunya harga komoditas yang meningkat, dan juga kebijakan pemerintah mempertahankan subsidi. Sementara Director Chief Marketing Officer CIMB Principal Asset Management, Mauldy Rauf Makmur menambahkan, dirinya menyakini, minat masyarakat untuk berinvestasi produk reksa dana pada 2018 ini masih tinggi seiring dengan kondusifnya perekonomian nasional.
”Kinerja reksa dana juga selaras dengan ekonomi 2018 yang masih akan positif sama seperti tahun lalu yang akhirnya dapat menumbuhkan minat investasi masyarakat,”ujarnya.
Dia mengatakan bahwa dengan sentimen yang positif, terutama di pasar modal maka imbal hasil yang ditawarkan dari produk reksa dana baik jenis saham maupun jenis lainnya juga akan baik dan berpotensi lebih tinggi dibandingkan investasi lainnya. Apabila kondisi pasar modal positif, lanjutnya, maka reksa dana pun positif.
(Risna Nur Rahayu)