Pasokan Listrik Ditambah 56.024 Mw hingga 2027

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 20:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 320 1872271 pasokan-listrik-ditambah-56-024-mw-hingga-2027-QJqpqWwNcg.jpg Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Giri Hartomo/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode 2018-2027. Dalam RUPTL tersebut, dirinya menargetkan akan membangun pembangkit sebesar 56.024 Mega Watt (MW) hingga 2027 mendatang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, penetapan RUPTL tersebut tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Dalam penetapan RUPTL tahun ini dirinya mengaku mengacu pada pertumbuhan ekonomi sebesar 6,86%.

"Saya cuman mau mengumumkan, RUPTL 2018-2027 sudah dieksekusi pemerintah. Tidak banyak berubah sih, proyeksi pertumbuhan 6,86%. Enggak plus minus 7% lah ya," ujarnya dalam acara Konfrensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Jonan menambahkan, penambahan pasokan listrik yang ada pada RUPTL sudah disesuaikan dengan kebutuhan listrik yang ada. Diharapkan, dengan adanya penambahan tersebut, pasokan listrik akan mencukupi karena diperkirakan setiap daerah akan memiliki cadangan listrik sebesar 30%.

"Comercial Operasi Date (COD) setiap pembangkit itu dicocokkan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik di setiap wilayah. Nah kan pertanyaannya begini, ini bakal kurang enggak ? Nah selama ini pemerintah memalui PLN kalau pertumbuhan ekonominya melonjak mestinya masih cukup. Cadangan di daerah kan paling tidak 30%," jelasnya.

Lebih lanjut Jonan menambahkan, nantinya penambahan listrik juga akan berjalan beriringan dengan program kelistrikan desa. Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan agar semua desa bisa mulai terjangkau oleh listrik.

"Ini juga termasuk program kelistrikan desa. Misalnya ada desa satu 1 dusun itu 5 desa. 3 tidak ada listrik 2 nya ada. Nah PLN dan Pemerintah bikin semua ada," ucapnya.

Penambahan kapasitas listrik juga akan dibarengi dengan adanya rencana pembangunan jaringan transmisi sepanjang 63.855 Kilometer Sirkit (KMS). Selain itu juga, direncakan juga akan dibangun jaringan sepanjang 526.390 km.

"Total rencana pembangunan transmisi 63.855 km. Total rencana gardu induk 151.424 MVA. Total rencana pembangunan jaringan distribusi: 526.390 kms. Total rencana pembangunan gardu distribusi: 50.216 MVA," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini