nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perubahan Nomenklatur Pertamina Jadi Pertanyaan di DPR

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 18:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872772 perubahan-nomenklatur-pertamina-jadi-pertanyaan-di-dpr-EAgxQZMNki.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat kerja dengan PT Pertamina (Persero). Salah satu yang menjadi pembahasan selain rencana holding BUMN Migas adalah kembali dilakukannya perubahan struktur jabatan (nomenklatur) direksi perseroan.

Asal tahu saja, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Surat Keputusan (SK) telah melakukan perubahan organisasi PT Pertamina (Persero) dengan memutuskan untuk mencabut posisi Direktorat Gas dan memecah Direktorat Pemasaran menjadi baru Direktorat Pemasaran Corporate, Direktorat Pemasaran Ritel dan Direktur Logistik, Suplai Chain dan Infrastruktur.

 Baca juga: Pertamina Nombok Rp900 Setiap 1 Liter Premium

Anggota Komisi VI Rieke Diah Pitaloka pun mempertanyakan soal hal itu. Bagaiaman kajian dari perubahan struktur tersebut, terutama soal pencabutan jabatan Direktur Gas.

“Saya mau bertanya, ini ada tidak kajian untuk implementasi Direktorat Gas ini kan ada kaitannya dengan penyaluran Elpiji," tanya Rieke, di ruang rapat Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

 Baca juga: Menteri Rini Ingatkan Agar Pertamina Hadapi Harga Minyak Mentah dengan Perbaikan 4 Pilar

Menjawab hal tersebut, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, kajian tersebut berasal dari internal perseroan yang diusulkan oleh dewan komisari. Hal tersebut menjadi pertimbangan Kementerian BUMN untuk kemudian diputuskan.

"Jadi keputusan dibuat kemudian direksi Pertamina diberi waktu untuk bagaimana Pertamina mengimplementasikan kajian tersebut. Kajian internal kementerian sudah ada dan jadi keputusan," tuturnya.

 Baca juga: Kelola Mahakam, Pertamina Diyakini Mampu Kelola 8 Blok Lainnya

Dalam rapat, sebelumnya Fajar sudah sampaikan perubahan struktur pengurus perusahaan. Di mana dua direktorat, gas dan pemasaran diubah. Untuk Direktorat Gas tidak ada lagi, sedangkan Direktorat Pemasaran akan menjadi corporate costumer yang menangani masalah besar-besar dengan bisnis to bisnis.

"Kemudian Direktorat pemasaran ritel uang tujuannya menjalankan program-program kepada masyarakat dan ada lagi direktorat yang siapkan pemasaran termasuk suplai chain, logistik, storage dan lainya," ujarnya.

Hal terpenting dari perubahan struktur organisasi Pertamina, utamanya menyelamatkan dan meningkatkan pelayananan kepada masyarakat.

"Jadi untuk meniadakan ketersediaan BBM, LPG baik PSO dan non-PSO. Hal ini akan jadi fokus perkembangan Pertamina," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini