Toys R Us Bangkrut 33.000 Orang Terancam PHK

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 15 320 1873017 toys-r-us-bangkrut-33-000-orang-terancam-phk-wNi6VYk36f.jpg Toys R Us. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Toys 'R' Us Inc tengah mempersiapkan untuk menjual atau menutup total 885 gerai di Amerika Serikat (AS). Penurunan gerai ini, berisiko membuat Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) 33.000 pekerjanya.

Penutupan dilakukan setelah mereka gagal mencapai kesepakatan untuk merestrukturisasi utang miliaran dolar, setelah para pembeli pindah ke platform online seperti Amazon.com Inc (AMZN.O) dan anak-anak yang memilih gadget elektronik sebagai mainan.

Toys 'R' Us sendiri, telah berjuang untuk memberikan layanan utang dari pembelian senilai USD6,6 miliar oleh perusahaan ekuitas swasta KKR & Co LP (KKR .N) dan Bain Capital, serta investor real estat Vornado Realty Trust (VNO.N) pada 2005.

Baca Juga: Toys R Us Menutup Seluruh Toko di AS

Toys 'R' Us telah menutup seperlima dari gerai di Amerika sebagai bagian dari upaya untuk keluar dari salah satu kebangkrutan terbesar yang pernah ada pada sektor pengecer khusus.

Sayangnya, kreditor memutuskan bahwa mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang dari melikuidasi aset penjual mainan terbesar Amerika Serikat, dan salah satu yang paling dikenal di dunia tersebut, daripada mendorong perusahaan untuk tetap hidup.

Perusahaan tersebut, diperkirakan akan mengajukan banding ke pengadilan kebangkrutan dalam waktu dekat. Penutupan yang direncanakan dalam beberapa bulan mendatang, merupakan pukulan bagi generasi konsumen dan ratusan pembuat mainan yang menjual produk di rantai tersebut, termasuk pembuat Barbie Mattel Inc (MAT.O), perusahaan game Hasbro Inc (HAS.O) dan vendor besar lainnya seperti Lego.

Di Inggris, 75 toko 'Toys' R 'Us yang tersisa akan ditutup dalam waktu enam minggu, setelah mereka tidak dapat menemukan pembeli untuk semua atau sebagian bisnis yang mengakibatkan hilangnya sekitar 3.000 pekerjaan.

Baca Juga: Toys R Us Tutup 180 Toko di Amerika

Chief Executive Toys 'R' Us David Brandon mengatakan kepada staf mereka di AS tentang kemungkinan penutupan. Upaya untuk merestrukturisasi runtuh bulan ini, setelah kreditur memutuskan tidak melakukan rencana reorganisasi yang jelas. Meski begitu, mereka yakin dapat pulih kembali dengan menutup gerai dan mengumpulkan uang dari penjualan barang dagangan.

Data dari International Council of Shopping Centres mencatat, lebih dari 8.000 toko ritel AS tutup pada 2017, naik hampir dua kali lipat dibandingkan penutupan toko tahunan dalam dekade sebelumnya.

Toys 'R' Us juga cenderung melikuidasi aset mereka di Prancis, Spanyol, Polandia dan Australia. Peritel ini juga berencana untuk menjual operasinya di Kanada, Eropa Tengah dan Asia.

Toys 'R' Us sudah bekerja dengan likuidator Tiger Capital Group LLC, Great American Group LLC, Hilco Merchant Resources LLC dan Gordon Brothers Retail Partners LLC pada penutupan toko yang diumumkan sebelumnya, dan keempatnya diperkirakan akan melanjutkan penutupan tambahan.

Hilangnya Toys 'R' Us di Amerika Serikat dan Inggris membuat kekosongan bagi ratusan pembuat mainan yang mengandalkan rantai penjualan sebagai pelanggan teratas bersama WalMart Inc (WMT.N) dan Target Corp (TGT.N).

Likuidasi pun akan lebih menyakitkan bagi pembuat mainan kecil dan independen yang mengandalkan rantai tersebut sebagai pameran utama.

Sekadar informasi, perusahaan tersebut sudah mengalami kebangkrutan pada bulan September dengan hutang USD4,9 miliar yang merupakan sisa dari akuisisi USD6,6 miliar oleh Kohlberg Kravis Roberts, Bain Capital Partners dan kepercayaan investasi real estat Vornado Realty Trust pada tahun 2005.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini