nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perusahaan Malaysia Lirik Startup Binaan BEI, Investasi Bisa Capai USD15 Juta

Agregasi Jum'at 16 Maret 2018 12:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 16 278 1873660 perusahaan-malaysia-lirik-startup-binaan-bei-investasi-bisa-capai-usd15-juta-S0BlDbMV0B.jpg Ilustrasi (shutterstock)

JAKARTA - Perusahaan teknologi digital asal Malaysia, Toga Limited menyatakan minatnya untuk berinvestasi pada perusahaan rintisan (startup) binaan IDX Incubator dengan menganggarkan dana sebesar USD10-15 juta.

”Ada sekitar lima atau lebih perusahan yang cukup menarik, namun sekitar satu hingga dua perusahaan yang kami incar," kata Group General Manager Toga Limited, Steve Seekuy Tan di Jakarta, Kamis kemarin.

Dia telah melakukan pertemuan dengan perusahaan rintisan binan IDX Incubator yang bergerak di bidang keuangan digital. Menurutnya, salah satu dari perusahaan itu tidak menutup kemungkinan nantinya masuk dalam kategori unicorn. Istilah unicorn mengacu kepada perusahaan rintisan yang memiliki valuasi senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp13,1 triliun. Hal itu yang menjadi salah satu faktor pihaknya mengincar perusahaan binaan IDX Incubator.

Dalam waktu dekat, lanjut Steve, pihaknya akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana kerja sama itu bertujuan untuk pengembangan sistem media komunikasi digital dan promosi kegiatan galeri investasi BEI di seluruh Indonesia.

”Dengan sebanyak 27 kantor perwakilan BEI dan terus akan bertambah nantinya, serta galeri investasi yang tersebar di sekitar 320 perguruan tinggi di seluruh kota di Indonesia merupakan sesuatu yang luar biasa dan belum ada di dunia," katanya.

Steve Seekuy Tan juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk meramaikan pasar Indonesia dengan memperkenalkan aplikasi Yippi. Produk andalan Tga adalah Yippi, platform app messaging dengan fitur yang lebih dibandingkan aplikasi sosial lainnya di pasar global.

”Model bisnis kami adalah membangun organisasi big data dengan 500 juta pengguna aktif. Di Indonesia kami menargetkan menjadi aplikasi sosial resmi untuk keseluruhan pasar umum dan memberikan pendidikan bahasa lisan gratis untuk mendukung mahasiswa mempersiapkan globalisasi sosial dan bisnis,"jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan membantu usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya. Melalaui aplikasi Yippi sebagai pasar sosial, UKM maupun kaum muda dapat mampu melakukan bisnis dengan koneksi ke jutaan pengguna. Asal tahu saja, inisiasi BEI membentuk inkubator bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ataupun star up yang dipersiapkan untuk go public, langsung direspon positif pelaku pasar. Pihak BEI mencatat ada sekitar 120 peserta starup yang mendaftar. Padahal, fasilitas inkubator tersebut hanya memiliki kapasitas untuk 60 peserta.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio pernah bilang, besarnya antusias pelaku UMKM untuk menjadi inkubator BEI, mendorong BEI untuk menerapkan skala prioritas memilih perusahaan yang masuk. Beberapa hal jadi pertimbangan, misalnya usaha yangsudah memiliki beta produk atau produk yang dalam pengembangan. "Yang punya beta produk paling bagus dan membutuhkan," imbuhnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini