Share

Menyiasati Keuangan untuk Biaya Pernikahan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Minggu 18 Maret 2018 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 17 320 1874288 menyiasati-keuangan-untuk-biaya-pernikahan-P0SDCAEjAs.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Setiap pasangan yang menjalai hubungan serius tentunya ingin menuju kepada ikatan pernikahan. Akan tetapi, bukan menjadi perkara mudah ketika harus menjalani hubungan beriringan dengan persiapan pernikahan.

Dalam kondisi ini, pasangan muda mudi mudah terlena dengan gaya pacaran yang cenderung boros, seperti makan malam di kafe, nonton bioskop, jalan-jalan, hingga memberikan hadiah kepada pasangannya.

Di sisi lain, persiapan pernikahan terutama dari sisi finansial membutuhkan budget yang tidak sedikit. Dengan demikian, setiap pasangan harus memiliki siasat dan strategi agar hubungan berjalan lancar sementara persiapan pernikahan juga tidak terabaikan.

Perencana Keuangan Ahmad Gozali memberikan ide unik bagi pasangan yang berada dalam kondisi tersebut. Dia menyarankan agar wanita dan pria membuat semacam kompetisi sehat dalam menabung untuk persiapan pernikahan selagi menjalani hubungan.

"Kenapa tidak buat kompetisi saja. Berlomba untuk mengisi tabungan dengan rutin dengan target tertentu. Saling menyemangati untuk busa rutin saving," ujarnya kepada Okezone.

Gozali mengatakan, sebaiknya tabungan tersebut tetap bersifat individual, karena bagaimana pun kedua orang belum terikat secara resmi. Sehingga dia menyarankan tidak pakai memakai rekening bersama ya.

"Selama belum menikah, jangan buat rekening bersama. Pakai rekening masing-masing untuk menabung secara rutin dengan saling menyemangati dan lomba kalau perlu," kata dia.

Gozali juga tidak menyarankan pasangan yang belum resmi terikat dalam pernikahan memberikan hadiah kepada pasangannya dengan nilai yang fantastis. Sebab, hal tersebut justru memiliki risiko tinggi. Bukti cinta kepada pasangan tidak melulu dinilai dengan pemberian materiil, tetapi lebih kepada keseriusan menyiapkan masa depan yaitu menikah dan membangun rumah tangga.

Senada, Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, pasangan terutama generasi milenial harus pandai dalam manajemen diri ketika dihadapkan dengan gaya hidup. Gaya pacaran yang berlebihan secara materiil sebaiknya dihindari, meskipun sudah memiliki penghasilan tetap.

Dia menyarankan agar generasi milenial memiliki gaya hidup yang lebih realistis bila tidak mau hal-hal yang harus disiapkan tersebut jadi keteteran. "Caranya adalah dari awal sejak terima gaji atau penghasilan disisihkan dahulu untuk ditabung dan diinvestasikan," kata dia.

Idealnya, kata dia, mereka yang sudah memiliki penghasilan tetap menyisihkan 10% dari penghasilan untuk investasi. "Namun bila kebutuhan masa depannya makin banyak tentu makin banyak pula yang harus disisihkan," kata dia.

Andi melanjutkan, alternatif kedua adalah dengan menambah penghasilan dengan bekerja ekstra atau berbisnis. Saat ini, peluang bisnis terbuka lebar seiring perkembangan teknologi.

"Salah satu hal yang bisa disiasati contohnya, bagi yang memang suka main Instagram, pasti suka banget feednya selalu OK. Kalau begitu sekalian saja diseriusin untuk jadi travel/lifestyle blogger biar bisa dapat follower yang banyak dan kemudian jadi endorser. Sehingga gaya hidup dapat terpenuhi, tambahan penghasilan juga didapat. Begitu pula yang suka dengan Youtube," kata dia.

Para millenials pandai memanfaatkan potensi dari gaya hidup mereka agar dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pendapatan. Terpenting, sebaiknya tidak berlama-lama dalam menjalani hubungan pacaran, serta segera menikah.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini