nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trik Menaker Hadapi Persaingan Era Digital: Kecepatan dan Kualitas

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 19:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 20 320 1875575 trik-menaker-hadapi-persaingan-era-digital-kecepatan-dan-kualitas-lQD3yfMplB.jpg Menakertrans Hanif Dhakiri. (Foto: Okezone/Sabki)

JAKARTA - Indonesia dihadapkan dengan fenomena perubahan industri yang begitu cepat terutama revolusi industri 4.0. Untuk menghadapi perubahan industri ke era digitalisasi ini dibutuhkan kecepatan dan kualitas.

Menteri Ketenagakerjaan Hanfi Dhakiri mengatakan, industri 4.0 mengedepankan konektivitas big data dan internet. Hal ini mempengaruhi karakteristik pekerjaan secara cepat.

Artinya, bisa dibayangkan ketika pemerintah berinvestasi pada sektor SDM lewat pendidikan formal. Orang-orang yang mau menjadi sarjana komputer harus menempuh pendidikan selama empat tahun, tapi pada saat dia lulus dunia komputernya sudah berubah.

Begitu juga pada empat juta guru yang saat ini perlu upgrade pendidikan supaya sesuai demand. Pasalnya, industri 4.0 terus mengikuti perkembangan teknologi informasi dari sisi industri dan karakter pekerjaan.

"Agar bisa survive hadapi revolusi industri maka kita butuh kecepatan dan kualitas. Makanya untuk capai speed itu pendidikan vokasional traning dan dan vokasional re-training pelatihan bisa lebih cepat. Kalau sekolah model lama tidak reform itu justru bisa keteteran," ujarnya, di ruang rapat Komisi IX, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Baca Juga: Proyeksi Menaker soal Pekerjaan yang Populer dan Tidak hingga 2030

Ke depan, lanjut Hanif, akses dan mutu untuk vokasional training maupun vokalsional re-training akan terus dikembangkan. Tujuannya supaya vokasional training membantu angkatan kerja baru dan re-training membantu para pekerja memiliki karier dan sekaligus tenaga kerja terancam PHK bisa kerja lagi.

"Ini poin kita supaya mereka yang kerja kurang 40 jam per minggu, tapi terbatas dan repotnya tidak ada kariri karena didominasi lulusan SD dan SMP," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini