Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Realisasi Proyek 35.000 Mw Capai 48% pada Maret 2018

Ulfa Arieza , Jurnalis-Kamis, 22 Maret 2018 |13:51 WIB
Realisasi Proyek 35.000 Mw Capai 48% pada Maret 2018
Pembangkit Listrik. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tahapan konstruksi proyek pembangkit 35.000 mw telah mencapai 48% atau setara dengan 16.994 mw pada Maret 2018. Sementara itu untuk tahapan kontrak telah mencapai 35% atau setara dengan 12.693 mw.

Adapun untuk tahapan pengadaan tinggal 10% atau setara dengan 3.414 mw dan tahapan perencanaan hanya menyisakan 3% saja.

Mengutip keterangan tertulis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebagian besar merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang memang membutuhkan waktu konstruksi kurang lebih tiga sampai lima tahun. Saat ini, untuk tahapan COD atau pembangkit yang masuk sistem sudah mencapai 1.504 mw.

Selain pembangunan pembangkit, Program 35.000 mw juga membangun jaringan transmisi dan Gardu Induk (GI) yang tidak kalah pentingnya dari pembangkit itu sendiri, agar listrik yang dibangkitkan dapat sampai ke pelanggan.

Baca Juga: Perkembangan Proyek 35.000 Mw, 1.362 Mw Telah Beroperasi

Hingga akhir Februari 2018, sebanyak 9.617 kilometer sirkit (kms) jaringan transmisi telah beroperasi. Sisanya 20.620 kms sedang dalam tahap konstruksi dan 16.553 dalam tahap pra konstruksi.

Sementara Gardu Induk (GI), PLN telah mengoperasikan 37.628 Mega Volt Ampere (MVA). Kemudian 38.289 MVA masih dalam tahap konstruksi dan 33.542 dalam tahap pra konstruksi.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menjelaskan, untuk pembangunan transmisi dan GI ini menunjukkan hasil yang luar biasa cepat.

“Capaian transmisi yang operasi mencapai 21% dari total 46 ribu kilometer yang harus dibangun. Dan 44% dalam tahap pengerjaan. Ini menggembirakan karena begitu pembangkit siap operasi, transmisi sudah siap terlebih dahulu,” terang Made dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/3/2018).

Begitu pula dengan pembangunan Gardu Induk. Dari 109.459 MVA yang harus dibangun, PLN telah mengoperasikan sebanyak 34%. Dan 35% sedang proses pembangunan.

“Ini lebih bagus lagi, karena sudah lebih dari 30% beroperasi. Sama seperti transmisi, Gardu Induk ini juga penting dalam proses mengalirkan listrik dari pembangkit-pembangkit 35 ribu mw nanti,” imbuh Made.

Program 35.000 mw yang dikerjakan pemerintah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menopang dan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi secara nasional, seperti mendorong munculnya pusat-pusat industri baru.

Baca Juga: Dari Proyek 35.000 Mw, Elektrifikasi 1.358 Mw Sudah Beroperasi

Di pihak PLN, program 35.000 mw lebih utamanya adalah untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan daya di daerah-daerah yang statusnya defisit listrik. Dengan adanya penambahan daya dari pembangkit baru, maka akan membuat pasokan listrik lebih handal dengan adanya cadangan daya yang cukup.

“Di 2015 masih terjadi daerah-daerah yang listriknya kurang. Bisa dilihat sekarang bahwa pasokan listrik bagi daerah yang defisit, sudah tidak terjadi. Bahkan ada daerah yang surplus listrik,” jelas Made.

“Lebih dari itu, 35.000 mw ini adalah untuk pemerataan pemenuhan listrik untuk seluruh warga negara Indonesia. Sehingga mampu menaikan angka rasion elektrifikasi nasional mencapai 97% di 2019,” ungkap Made

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement