Kabar Proyek Listrik 35.000 Mw, Baru Beroperasi 8.400 Mw

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 320 2282367 kabar-proyek-listrik-35-000-mw-baru-beroperasi-8-400-mw-QdxbIyf2Gf.jpg Pembangkit Listrik (Shuttersstock)

JAKARTA - Pemerintah terus mengerjakan megaproyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 mw. Hingga Agustus 2020, progress pembangunan telah mencapai 24% atau 8.400 mw.

"Progress pembangunan 35.000 mw khususnya pembangkit tenaga listrik disampaikan, sampai Agustus 2020 pembangkit yang telah memasuki tahap operasi sebesar 8.400 mw atau 24%," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dalam Webinar PLN International Conference, Rabu (23/9/2020).

 Baca juga: Pekerja PLN Dukung Kontrak Proyek 35.000 Mw Dinegosiasi Ulang

Arifin menambahkan, konstruksi yang masih ada saat ini mencapai 19.000 MW atau 54%, dimana telah dilaksanakan kontrak PPA sebesar 6.500 mw dan sisanya berupa proses pengadaan masih ada 839 mw dan tahap perencanaan sebesar 724 mw.

"Diharapkan, di tahun 2028 atau sampai tahun 2029 seluruh program 35.000 MW ini bisa diselesaikan," kata dia.

 Baca juga: Proyek Listrik 35.000 Mw Ditunda Imbas Virus Corona? Ini Kata Erick Thohir

Pria yang pernah menjabat Direktur Utama PT Pupuk Indonesia ini juga menyebut telah terjadi penambaham kapasitas pembangkit yang beroperasi sebesar 1.484 MW dari tahun 2019 yaitu 6.900 mw. Capaian tersebut didominasi penyelesaian beberapa pembangkit seperti PLTGU Muara Karang GT (341,3 mw), PLTU Kaltim Unit 2 (100 mw), PLTU Kaltim 4 (200 mw), PLTU Bengkulu (100 mw) dan PLTGU Grati Add-On Blok 2 (195,3 mw).

"Proyek pembangkit yang telah kontrak/PPA namun belum konstruksi saat ini dalam proses pemenuhan persyaratan pendaan. Pemerintah, melalui KESDM terus mendorong penyelesaian program 35.000 mw melalui monitoring dan evaluasi dengan memperhatikan kebutuhan setempat," ucap Arifin.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini