Pekerja PLN Dukung Kontrak Proyek 35.000 Mw Dinegosiasi Ulang

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 14 April 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 320 2198995 pekerja-pln-dukung-kontrak-proyek-35-000-mw-dinegosiasi-ulang-W0V54Qx9d2.jpg Pembangkit Listrik (Foto: Okezone.com/Dok PLN)

JAKARTA - Serikat Pekerja PLN mendukung rencana Direksi PT PLN (Persero) melakukan renegosiasi kontrak IPP (Independence Power Producer) dalam proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (mw) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Renegosiasi kontrak proyek listrik 35.000 mw dinilai akan menyelamatkan dan mengurangi beban keuangan PLN.

"SP PLN Mendukung Manajemen PLN untuk mengajak para mitra menyelamatkan industri ketenagalistrikan Indonesia," kata Ketua Umum SP PLN Abrar Ali dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Baca Juga: Proyek Listrik 35.000 Mw Ditunda Imbas Virus Corona? Ini Kata Erick Thohir

Menurut Abrar bahwa saat ini di tengah merebaknya pandemi Covid-19 dan penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), PLN telah memberikan listrik gratis untuk Tarif/Daya R1/450 VA dan Diskon 50% untuk Tarif/Daya R1/900 VA selama bulan April - Juni 2020 sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 1 April 2020.

Sementara di sektor industri dan bisnis yang tidak dapat beroperasi dengan normal karena sebagian atau bahkan seluruh tenaga kerjanya harus bekerja dari rumah atau dikenal dengan istilah Work From Home (WFH) tentu saja akan berdampak pada turunnya penjualan atau pemakaian tenaga listrik yang diperkirakan bisa mencapai 6-9% dan akan menggerus penerimaan kas PLN.

"Sementara di sisi lain beban operasi yang harus ditanggung oleh PLN juga terus naik terutama akibat melemahnya nilai tukar Rupiah," katanya.

Baca Juga: Covid-19 Menyebar, Erick Thohir: Proyek Listrik 35.000 Mw Tetap Jalan

Selain itu SP PLN menyoroti agar PLN juga perlu melakukan evaluasi ulang apakah investasi secara masih masih relevan dengan perlambatan pertumbuhan yang akan terjadi ditahun ini dan beberapa tahun ke depan.

"Kontrak energi primer, kontrak pengadaan material dan konstruksi juga merupakan hal-hal yang harus disoroti dan diperhatikan untuk menyelamatkan keuangan PLN ke depan," paparnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini