Share

Permintaan Listrik Turun, Menteri ESDM Akan Negosiasi Ulang Proyek 35.000 Mw

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 320 2340629 permintaan-listrik-turun-menteri-esdm-akan-negosiasi-ulang-proyek-35-000-mw-KlRPo7QwJk.jpg Listrik (Foto: Dok PLN)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membuat permintaan listrik turun tajam. Hal ini membuat Kementerian ESDM akan melakukan negosiasi ulang proyek 35 Giga Watt (GW) atau 35.000 megawatt (mw) yang ikut terdampak akibat pandemi Covid-19.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah tetap memenuhi komitmen dari pembangunan mega proyek yang sudah terkontrak.

"Proyek 35 GW yang sudah terkontrak tentu menjadi komitmen yang harus dipenuhi. Masalahnya sekarang kita berupaya untuk menegosiasikan kembali karena semua pihak terkena dampak dari pandemi ini," ujarnya pada konferensi pers Capaian Tahun 2020 dan Program Kerja Tahun 2021 Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Kabar Proyek Listrik 35.000 Mw, Baru Beroperasi 8.400 Mw 

Menurut dia, permintaan listrik yang menurun ini juga berdampak pada penjualan listrik yang dilakukan oleh PT PLN (Persero). Meski begitu, dia berharap permintaan listrik akan kembali pulih di tahun 2021.

Pemerintah juga melakukan upaya untuk mendongkrak permintaan pasokan listrik. Salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik. Dalam hal ini, Kementerian ESDM telah melakukan Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada tanggal 17 Desember 2020 sebagai implementasi Perpres No. 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program KBLBB untuk transportasi jalan.

"Upaya-upaya kita yang lain adalah menciptakan demand. Kita mendorong kendaraan motor listrik, memanfaatkan kompor listrik, menyempurnakan infrastruktur transmisi sehingga bisa membalas daerah-daerah yang kekurangan. Kemudian menghapus pembangkit listrik berbahan baku diesel," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini