Bos PLN Curhat Kesulitan Bangun Transmisi Listrik Imbas Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 320 2231563 bos-pln-curhat-kesulitan-bangun-transmisi-listrik-imbas-covid-19-LMZ2jM93cW.jpg Listrik (Reuters)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus membangun transmisi untuk mendistribusikan listrik ke masyarakat. Akan tetapi, PLN masih menghadapi beberapa hambatan yang terjadi.

Direktur PT PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pembangkit listrik 35.000 megawatt memerlukan transmisi dan distribusi agar produksi listrik yang dihasilkan dapat dialirkan ke wilayah-wilayah yang memerlukan. Namun, pembangunan transmisi tersebut mengalami hambatan.

 Baca juga: Pekerja PLN Dukung Kontrak Proyek 35.000 Mw Dinegosiasi Ulang

"(Hambatan) seperti pembebasan lahan jalur transmisi terutama di kawasan hutan lindung. selain itu, PLN juga harus menyelesaikan penolak sebagian kelompok masyarakat yang wilayahnya terlewati jalur transmisi SUTT mapun Sutet," ujarnya saat RDP dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Dirinya mengatakan, Covid-19 telah membuat aktivitas ekonomi terhenti. Hal ini mengakibatkan kesediaan material menjadi terhambat.

 Baca juga: Program 35.000 Mw Selesai, Seluruh Pembangkit Baru Bakal Gunakan EBT

"Sehingga pekerjaan kontraktor maupun demand listrik industri juga mengalami kendala sesuai dengan rencana semula," ujarnya.

Sedangkan di sisi distribusi, lanjutnya, PLN mengalami kendala geografis yang sulit. Mengingat PLN juga menerima mandat pemerintah untuk melistriki seluruh Indonesia.

"Tantangan medan dan alam di Indonesia Timur, mengakibatkan penyediaan listrik untuk sampai ke titik-titik akhir di mana rakyat di Indonesia tinggal menjadi sangat mahal dari sisi pekerjaan di lapangan," ujarnya.

 Baca juga: Apa Kabar Proyek 35.000 Mw? Ini Penjelasan Menteri ESDM

Dirinya juga menjabarkan tantangan lain seperti kelistrikan yang tersebar yang tidak merata. Contohnya, wilayah Jabotabek adalah wilayah dengan konsumsi listrik terbesar dibandingkan dengan lainnya baik di Jawa maupun di pulau-pulau lain.

Dirinya mengatakan, energi listriknya dalam hal ini pasokan listriknya didatangi dari luar jabotabek. Beban kelistrikan tersebut mengakibatkan potensi loss secara kelistrikan yang berdampak kepada kualtias dan keandalan sistem.

"PLN telah mengupayakan keseimbangan regional di mana pasokan dan daya yang bebannya sangat tinggi dapat dipasok dari pembangkit terdekat sehingga mengurangi gangguan sistemik maupun dalam proses pendistribusiannya," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini