Bursa Saham Asia Rontok Dipicu Perang Dagang AS-China

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 23 278 1876825 bursa-saham-asia-rontok-dipicu-perang-dagang-as-china-ATeJj0EoWs.jpg Ilustrasi: Pergerakan Bursa Saham Asia yang Melemah (Foto: AFP)

JAKARTA - Bursa saham Asia merosot pada pembukaan perdagangan Jumat waktu setempat, mengikuti penurunan tajam Wall Street dan saham Eropa. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran perang perdagangan global.

Melansir CNBC, indeks saham acuan Jepang, Nikkei turun 2,97% dan indeks Topix turun 2,43% dengan 33 sektor perdagangan ebih rendah secara keseluruhan. Selain itu, sektor material dan finansial termasuk yang paling merugi. Saham-saham eksportir juga turun, seperti saham Toyota jatuh 2,57% dan Sony turun 3,02%.

 Baca Juga: Wall Street Anjlok Setelah Ada Kebijakan Tarif Impor China

Sementara itu, indeks saham acuan di Korea Selatan, Kospi turun 2,09% dengan penurunan dalam saham Samsung Electronics hingga 2,67%. Saham Posco juga jatuh 2,79% tetapi Hyundai Steel dan Seah Steel naik 0,79% dan 2,69%. Korea Selatan adalah salah satu negara yang sementara dibebaskan dari tarif baja AS baru-baru ini.

Indeks saham acuan Australia, ASX 200 turun 1,68% karena semua sektor diperdagangkan memerah. Penurunan dipimpin oleh subindex bahan yang turun 2,79% Di antara saham sektor pertambangan, Rio Tinto jatuh 4,31% dan BHP turun 3,6%

 Baca Juga: Khawatir Perang Dagang AS-China, Harga Emas Langsung Naik

Produsen minyak juga melemah setelah harga minyak merosot semalam karena pasar di Amerika Serikat jatuh pada kekhawatiran perdagangan.

Saham AS jatuh setelah Presiden Donald Trump menandatangani sebuah memorandum yang akan menerapkan tarif impor hingga USD60 miliar atas produk dari China.

Tarif sebagian besar fokus pada barang-barang sektor teknologi dan dimaksudkan untuk menghukum China. Hal ini sebagai hukuman untuk China karena dianggap mencuri kekayaan hak intelektual.

 Baca Juga: Kekhawatiran Perang Dagang Balasan Tekan Laju IHSG

Trump telah menandatangani tarif pada impor baja dan aluminium awal bulan ini, meskipun beberapa negara dibebaskan. Pasar khawatir tindakan balas dendam berikutnya dari mitra dagang AS dapat mengakibatkan perang dagang.

Sebagai tanggapan, China pada hari Jumat mengusulkan daftar 128 produk AS sebagai target retaliasi potensial, menurut pernyataan pemerintah.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini