"Kalau biayanya sekitar USD150-USD200 juta untuk seluruh eksplorasi 2018. Itu terbagi sekitar 70% untuk pengeboran dan 30% untuk survei seismik 2D dan 3D," katanya.
Afif menuturkan, dalam RKAP 2018, tercatat pula perusahaan akan mengebor 21 sumur pengembangan (development well) dan pengerjaan ulang sumur (workover well) sebanyak 34 sumur.
Namun, pada 21 sumur pengembangan itu tidak semuanya berada di wilayah kerja di mana PHE menjadi operatornya, katanya.
"Pengeboran di 21 sumur itu tidak hanya di blok-blok yang kami 100% jadi operator, ada juga di blok-blok di mana kami sebagai non operator," kata Afif.
Baca Juga: Perubahan Nomenklatur Pertamina Jadi Pertanyaan di DPR