Pemerintah Dukung IKM Sepeda Motor Modifikasi

ant, Jurnalis · Sabtu 24 Maret 2018 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 24 320 1877327 pemerintah-dukung-ikm-sepeda-motor-modifikasi-AyP7yXCN5k.jpg Foto: Okezone

BOGOR - Pemerintah memberikan dukungan untuk pengembangan industri sepeda motor modifikasi dengan perlakuan seperti pada industri kecil menengah.

"Industri 'customed' itu kan masuk industri kecil menengah," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai olahraga pagi bersama Presiden Joko Widodo di Kebun Raya Bogor, Sabtu (24/3/2018).

 Baca Juga: Kemenperin Tetapkan 72 Perusahaan dan 19 Kawasan Jadi Objek Vital Nasional

Dia menyebutkan di Amerika Serikat, Harley Davidson pun merupakan industri "cusomed" atau modifikasi. "Perlindungan dan fasilitas yang diberikan pun sama seperti untuk industri kecil dan menengah," katanya.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan kedatangan Airlangga menemui dirinya untuk melihat bagaimana sebenarnya motor modifikasi yang dimilikinya.

 Baca Juga: Revolusi Industri Dunia Ke-4 Harus Direspons Cepat

"Pak Airlangga mau lihat sepeda motor sebenarnya, mau lihat sepeda motor itu lho. Beliau kan di perindustrian, mau lihat," kata Jokowi sambil menoleh ke sepeda motor dimaksud.

Presiden Jokowi tiba di halaman Istana Bogor menemui Airlangga dengan mengendarai sepeda motor Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopper miliknya. Jokowi mengatakan Sabtu ini bukanlah pertama kali dirinya mengendarai sepeda motor modifikasi itu.

"Setiap hari kita puter-puterin di sini-sini saja," katanya.

 Baca Juga: Menperin Targetkan Investasi Industri di 2018 Tembus Rp250 Triliun

Menperin Airlangga menyatakan, senang setelah melihat sepeda motor itu. "Saya senang motornya warna emas, emas itu agak kuning. Jadi kalau kegiatan olahraga itu penghargaan tertinggi emas," katanya.

Ketika ditanya rencana pengembangan industri sepeda motor modifikasi ke depan, dia mengatakan, pemerintah akan terus mendorong perkembangannya.

"Industri motor 'customed' akan didorong, 'customed' kan tidak semua pakai standar, jadi kalau tidak diproduksi massal ya tidak apa-apa, asal 'safety-nya' saja terjamin," kata Airlangga. (lid)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini