Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Holding Migas, Penentuan Harga Gas Akan Semakin Mudah

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 26 Maret 2018 |12:50 WIB
Ada Holding Migas, Penentuan Harga Gas Akan Semakin Mudah
Pipa Gas. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk memberikan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Migas. Dalam pembentukan holding BUMN Migas ini, nantinya PT Pertamina akan menjadi induk holding. Sendangkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadi anggota holding atau anak usaha Pertamina.

Mantan Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyambut baik wacana pembentukan holding BUMN migas yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurutnya, langkah holding migas yang dilakukan oleh pemerintah sebagai langkah tepat bagi pemerintah untuk bisa mengatur langsung pemanfaatan gas bagi kepentingan negara.

"Jadi penggabungan ini memudahkan pemerintah mengefektifkan pemanfaatan gas untuk kepentingan negara," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Century Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Baca Juga: Ke Aljazair hingga Prancis, Apa Saja yang Dilakukan Wakil Menteri ESDM?

Dengan semakin mudahnya mengatur pemanfaatan gas, pemerintah juga akan semakin mudah dalam mengatur harga gas yang dijual. Karena dengan menjadi holding, maka pengaturan harga gas hanya melalui satu pintu saja yakni pada induk holding dalam hal ini PT Pertamina (Persero).

"holding gas ini adalah akuisisimanfaatnya pengendalian harga gas bisa benar benar satu pintu melalui satu perusahaan BUMN, penggabungan ini untungkan semua pihak, dengan gabungnya ini pengendalian gas ada di tangan pemerintah," jelasnya.

Selama ini, lanjut Said, pemerintah kesulitan ketika akan mengatur harga gas. Pasalnya ada dua industri langsung yang bergerak dalam sektor gas yakni PGN dan Pertamina.

Baca Juga: Arcandra Tahar Bandingkan Harga Gas dengan Mobil

Apalagi, pengaturan harga gas sangat jauh berbeda dengan pengaturan harga minyak. Karena, berbeda dengan minyak, di sektor gas, tidak ada acuan harga gas dunia yang menjadi patokan penetapan harga gas.

"Menurut saya ini cara gampang mengatur mengendalikan harga gas. Gas itu enggak ada standar harga gaada yang mengatakan USD3 lebih mahal dari harga dunia," jelasnya.

Dengan semakin mudahnya pemerintah mengatur langsung harga gas dan pemanfaatnya, diharapkan eksplorasi yang dilakukan bisa semakin tinggi. Selain itu, bisnis gas yang dijalankan juga bisa berjalan dengan baik. "Saya harap ekplorasi gas dan keterlibatan penggalian itu semakin tinggi, sekarang bergabung antara trader dan produsen," ucapnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement