140 Ton Manggis Khas Purwakarta Tembus Pasar Asia

Mulyana, Jurnalis · Senin 26 Maret 2018 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 26 320 1877960 140-ton-manggis-khas-purwakarta-tembus-pasar-asia-gg3Z0AmLc7.JPG Foto: Manggis Purwakarta Tembus Pasar Asia (Asep/Okezone)

PURWAKARTA - Potensi hasil alam yang terdapat di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ternyata cukup melimpah. Nyatanya, hampir di setiap kecamatannya ada saja hasil pertanian yang menjadi ciri khas.

Sebut saja salah satunya, seperti yang ada di beberapa kecamatan di wilayah Selatan kabupaten tersebut. Semisal, Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Bojong dan Darangdan. Di wilayah dataran tinggi itu, banyak terdapat perkebunan buah manggis milik rakyat.

Ya, buah manggis mungkin bagi sebagian masyarakat di Jawa Barat sudah tak asing lagi. Buah yang punya ciri khas warna kulit merah keunguan itu, biasa disebut juga dengan ratu buah tropis. Buah yang penggemarnya bukan hanya di Indonesia, tapi juga mancanegara ini biasa banyak terdapat di daerah yang udaranya sejuk.

 Baca juga: 5 Tahun Ditangguhkan, Manggis Indonesia Akhirnya Tembus Pasar China

Saat ini, petani manggis di Kabupaten Purwakarta,tengah menikmati panen raya. Hal ini, menjadi angin segar bagi petani. Apalagi, saat ini pemerintah pusat telah membuka kran untuk ekspor manggis, sehingga, komoditi unggulan khas Purwakarta ini bisa menembus pasar internasional.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan mengatakan, sudah berjalan 1,5 bulan ini petani Manggis melakukan panen. Bahkan, sebagian besar hasil panen buah yang menjadi ciri khas kabupaten kecil kedua di Jabar itu telah diekspor ke sejumlah negara.

"Sejak panen raya, hampir setiap pekan ini Manggis asal Purwakarta ini diekspor ke luar negeri. Ini menjadi suatu kebanggaan, karena hasil perta ian Purwakarta bisa juga masuk pasar asia," ujar Agus kepada Okezone, Senin (26/3/2018).

 Baca juga: Tom Lembong: Kunci Dongkrak Ekspor adalah Investasi

Agus mengaku, dalam sepekan ada tujuh kontainer yang membawa manggis tersebut untuk dikirim ke beberapa negara tetangga. Di antaranya, China,Thailand dan Vietnam. Adapun dalam satu kontainernya berkapasitas 20 ton.

"Jadi, dalam sepekan kita mengekspor 140 ton manggis Purwakarta ke negara-negara tersebut," jelas dia.

Agus melansir, luas lahan perkebunan Manggis di wilayahnya mencapai 1.500 hektare. Lahan tersebut, tersebar di wilayah Selatan Purwakarta. Misalnya, Wanayasa, Bojong, Kiarapedes, Darangdan. Adapun hasil manggis selama panen raya ini, rata-rata produksinya sekitar 47 ton per hektare.

Adapun untuk ekspor manggis ini sendiri, lanjut Agus, dilakukan oleh dua perusahaan eksportir yang sudah menjadi rekanan pemerintah pusat. Manggis yang diekspor ini, tentunya sesuai dengan standar permintaan pasar luar negeri. Salah satunya, bebas hama dan penyakit serta memiliki grade A dan B.

Agus berharap, dengan terbukanya peluang ekspor manggis ke sejumlah negara ini pendapatan petani manggis akan meningkat signifikan. Minimalnya, ada kepastian soal harga. Tidak seperti sebelumnya. Harga manggis ditentukan oleh para tengkulak.

Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong supaya seluruh petani manggis di Purwakarta bisa bermitra dengan perusahaan eksportir. Apalagi, eksportir memiliki packing house berstandar. Dengan begitu, rumah kemas itu sudah teregistrasi sesuai ketentuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini