nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo Ojek online, Para Driver Minta Jadi Karyawan

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 27 Maret 2018 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 27 320 1878509 demo-ojek-online-para-driver-minta-jadi-karyawan-XXGR6orPVH.jpg Demo Driver Ojek Online. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para mitra aplikasi transportasi online meminta payung hukum untuk keberadaan ojek online. Dengan begitu, maka status sebagai ojek online dinyatakan resmi selayaknya transportasi online dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017.

Ketua Forum driver online Bintang mengatakan, status driver online untuk roda dua belum diatur pemerintah. Oleh karena itu, para mitra aplikasi transportasi digital hari ini menuntut adanya legalisasi.

"Pemerintah harus mengarur ojek online seperti roda empat yang telah diatur dalam PM 108. Jadi kami driver roda dua juga meminta ini diatur," ujarnya kepada Okezone.

Baca Juga: Demo di Depan Istana, Driver Ojek Online Ajukan 2 Tuntutan

Bintang melanjutkan, dengan adanya pengaturan roda dua oleh pemerintah, maka segala sesuatunya menjadi jelas. Seperti rasionalisasi tarif per kilometer untuk para driver, di mana selama ini oleh perusahaan kerap kali diturunkan tanpa adanya pemberitahuan. "Jadi aksi hari ini, ojek online mendesak pemerintah untuk turut mengatur harga dari pihak aplikasi," ujarnya.

Selain itu, dengan adanya payung hukum tersebut maka para mitra ojek online bisa mendapatkan kepastian dari pekerjaan mereka. "Kita harap status driver bisa menjadi karyawan, ada jaminan kesehatan dan jaminan kecelakaan," jelas dia.

Atas harapan itu, sekira 300 ojek online dari seluruh mitra aplikasi transportasi digital turun ke jalan hari ini. Bintang mengatakan, mitra roda dua ingin nasibnya dengan menaruh hidup melalui pekerjaan ini menjadi jelas. Oleh karenanya, ojek online berharap hal ini bisa direalisasikan.

"Pemerintah harus mengatur ojek online seperti roda empat yang telah diatur dalam PM 108. Jadi kami driver roda dua juga meminta ini diatur," ujarnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini