Share

Wall Street Terkapar Imbas Perang Dagang AS-China

ant, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 03 278 1881294 wall-street-terkapar-imbas-perang-dagang-as-china-COAQW7X1SB.jpg Foto: Wall Street Terkapar (Reuters)

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), hari perdagangan pertama April, karena kekhawatiran tentang masalah perdagangan dan penurunan tajam di sektor teknologi menekan pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 458,92 poin atau 1,90%, menjadi ditutup di 23.644,19 poin. Indeks S&P 500 turun 58,99 poin atau 2,23%, menjadi berakhir di 2.581,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 193,33 poin atau 2,74% menjadi 6.870,12 poin.

Indeks VIX, yang mengukur ekspektasi pasar terhadap volatilitas di masa mendatang, melonjak 16,47% menjadi 23,26 pada akhir perdagangan Senin.

 Baca Juga: China Berlakukan Tarif Impor 128 Produk AS Hari Ini, Perang Dagang Bergulir

Sebelumnya. China menangguhkan konsesi tarif atas 128 item produk-produk AS termasuk daging babi dan buah-buahan mulai Senin 2 April 2018 menurut Departemen Keuangan.

Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara telah memutuskan untuk mengenakan tarif 15% atas 120 item produk-produk yang diimpor dari Amerika Serikat termasuk buah-buahan dan produk-produk terkait, serta tarif 25% untuk delapan item impor termasuk daging babi dan produk-produk terkait dari negara tersebut, menurut pernyataan yang dimuat di situs web kementerian.

Pernyataan itu mengatakan bahwa langkah itu adalah tindakan balasan sebagai tanggapan atas langkah AS sebelumnya untuk menerapkan tarif impor baja dan aluminium.

 Baca Juga: Saling Serang, China Siapkan Tarif Impor untuk 128 Produk AS

Meskipun ada keberatan di seluruh dunia, pemerintah AS memutuskan untuk mengenakan tarif 25% untuk impor baja dan tarif 10% untuk impor aluminium, dengan tarif pada impor dari negara-negara termasuk China.

Sementara itu, penurunan tajam di sektor teknologi, yang dipimpin oleh Amazon, juga membuat bingung para investor yang gelisah. Saham Amazon merosot 5,21% pada akhir perdagangan Senin, setelah Presiden AS Donald Trump men-tweet bahwa Amazon sedang menipu U.S. Postal Service, menambahkan perusahaan jasa itu kehilangan miliaran dolar pengiriman paket untuk raksasa e-commerce.

Di sisi ekonomi, Indeks Pembelian Manajer (PMI) menurun 1,5 persentase poin dari angka Februari 60,8% menjadi 59,3% pada Maret, gagal memenuhi perkiraan pasar, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan.

Di pasar lain, harga minyak turun karena kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat membebani pasar.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun USD1,93 menjadi menetap di USD63,01 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun USD1,70 menjadi ditutup pada USD67,64 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, indeks dolar AS meningkat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin. Indeks, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,08% menjadi 90,046 pada akhir perdagangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini