Perang Dagang AS-China Memanas, Bursa Saham Asia Bervariasi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 278 1881833 perang-dagang-as-china-memanas-bursa-saham-asia-bervariasi-EmBwjHzpdf.jpg Ilustrasi: Pergerakan Bursa Saham Asia Bervariasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bursa saham Asia bervariasi pada pembukaan perdagangan Rabu waktu setempat. Hanya bursa saham Jepang yang menguat mengikuti Wall Street.

Para investor kini lebih cemas soal kekhawatiran perang dagang Amerika Serikat (AS)-China yang semakin memanas.

Melansir CNBC, indeks saham acuan Jepang, Nikkei naik tipis 0,42% dan Topix menguat 0,16%. Saham sektor produsen mobil dan teknologi naik, berbeda dengan saham bank yang mengalami tekanan.

Di tempat lain, indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi tergelincir 0,09% terbebani oleh penurunan saham sektor teknologi.

Indeks saham acuan Australia, ASX 200 turun 0,08%. Produsen emas turun 1,04% sementara kenaikan terlihat pada subindeks energi dan bahan.

Kinerja bursa saham Asia yang bervariasi karena Wall Street menguat jelang penutupan perdagangan Selasa 3 April 2018, dengan indeks Dow Jones naik 1,65% atau 389,17 poin, menjadi ditutup pada 24.033,36.

Indeks saham utama AS menyentuh sesi tertinggi setelah saham Amazon juga menguat di akhir sesi perdagangan. Mereka bergerak mengikuti laporan Bloomberg bahwa Gedung Putih tidak memiliki rencana untuk mengambil tindakan terhadap perusahaan meskipun Presiden Donald Trump mengkritik Amazon dalam akun twitternya.

Di sisi lain, ketegangan perdagangan antara AS dan China yang baru-baru ini menjadi sorotan, terus memanas. Kantor Perwakilan Perdagangan AS menerbitkan daftar yang diusulkan sekitar 1.300 impor China yang dikenakan tarif.

Sebagai tanggapan, China juga mengatakan melalui pernyataan kedutaan, mereka menentang tarif tambahan yang diusulkan.

Pelaku pasar gelisah tentang tarif AS yang memicu tindakan pembalasan dari mitra dagang AS dan berpotensi menyebabkan perang dagang.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini