Selain itu lanjut Ferry, mal-mal kelas atas juga menyediakan beberapa fasilitas hiburan yang tidak dimiliki online shopping. Seperti, fasilitas food court, area bermain anak ataupun ruang berkumpul lainya, yang bisa memicu masyarakat memilih berbelanja di mal dibandingkan online.
"Mal menawarkan experience dan harus menjadi berkumpulnya komunitas. Kaya lihat tren di office itu kan menarik komunitas," ucapnya.
Selain itu lanjut Ferry, mal-mal kelas atas juga selalu melakukan pergantian dinamis terhadap tenang-tenang yang ada. Sehingga masyarakat yang datang selalu punya pilihan baru dan tidak akan merasa bosan.
"Kalau dilihat kondisi sekarang mal itu harus dinamis untuk bisa menghadapi persaingan dengan online shopping. Jadi pergantian tenant itu harus dilakukan pergantian secara berkala," jelasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.