nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasar Masih Labil, Dirut BEI: Jangan Tunda Go Public

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 13:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 10 278 1884543 pasar-masih-labil-dirut-bei-jangan-tunda-go-public-D1913MfMH5.jpg Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pergerakan pasar saham yag cenderung fluktuatif melemah, membuat banyak perusahaan ragu-ragu untuk masuk ke pasar saham. Pasalnya, saat ini terlalu banyak sentimen yang dapat menggerakan indeks ke jalur merah.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyarankan agar perusahaan tidak menunda untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) meskipun pasar tengah bergejolak. Sebab, pasar akan terus mengalami fluktuasi, sehingga kondisi tersebut tidak bisa dihindari.

"Saya bilang jangan tunda go public. Pasar itu akan selau ada naik turun, you never know. Toh bisa second placement nantinya, tapi IPO dulu," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Baca Juga: Piala Dunia Diperkirakan Turunkan Transaksi Saham

Tito tidak mempermasalahkan jika perusahaan akhirnya mengurangi jatah saham publik ketika IPO. Dia menjamin saham yang ditawarkan pasti terserap oleh pasar. "Saya sarankan go public dulu deh kalau mau kurangin dikit silakan, toh ada kesempatan, laku pasti kok," kata dia.

Tito menyebut pasar tidak lesu, akan tetapi yang terjadi adalah pelaku pasar cenderung wait and see dalam merespons ketidakpastian di pasar. "Bukan pasar lesu, tapi orang yang mengalami uncertainty cenderung waiting, nunggu, tapi tetep laku (saham)," ujar dia.

Finalis Indonesian Idol 2018 Hibur Pengunjung BEI pada Pembukaan Perdagangan Saham

Sebelumnya, Tito mengatakan, untuk menghadapi kondisi pasar yang tengah bergejolak, maka pelaku pasar hendaknya membekali diri dengan informasi, yang berkaitan dengan kondisi pasar serta sentimen global yang menyebabkan gejolak.

Menurutnya, pendalaman informasi ini juga tengah dilakukan oleh BEI. Tito menambahkan, pihaknya juga tengah mempelajari kondisi pasar saat ini. Sebab, lanjut dia, sentimen tersebut bisa mempengaruhi persepsi yang menjadi komponen utama pembentuk pasar, selain kinerja fundamental negara dan kinerja emiten.

Dia menambahkan, persepsi investor adalah hal yang tidak dapat diintervensi oleh BEI maupun pemerintah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan meluruskan informasi pasar.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini