Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dalam Setahun, Pemerintah Targetkan Bangun Jalan Baru 2.650 Km hingga Tol 1.000 Km

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Jum'at, 13 April 2018 |14:11 WIB
Dalam Setahun, Pemerintah Targetkan Bangun Jalan Baru 2.650 Km hingga Tol 1.000 Km
Foto: Pembangunan Infrastruktur dalam 1 Tahun (Lidya/Okezone)
A
A
A

DEPOK - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyusun program pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan hingga 2019. Program infrastuktur PUPR tersebut dituangkan ke dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019.

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moewanto di depan para Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) dalam acara seminar strategi investasi mewujudkan infrastruktur jalan yang berkelanjutan di Universitas Indonesia, Depok.

Baca Juga: Infrastruktur Indonesia di Peringkat 52 Dunia, Apa Masalahnya?

Dia menjelaskan, PUPR mempunyai tugas untuk bisa menyelesaikan pembangunan dalam Renstra tersebut hingga 2019. Saat ini, pembangunan infrastruktur terus digenjot hingga batas waktu tahun depan.

"Target pembangunan yang ingin dicapai adalah pembangunan 2.650 kilometer jalan baru, 1.000 kilometer jalan tol, 29,86 kilometer jembatan baru, 65 waduk, 1 juta hektare jaringan irigasi baru, dan 3 juta hektare rehabilitasi jaringan irigasi serta 100% akses air minum dan sanitasi layak," ungkapnya, Jumat (13/4/2018).

 Baca Juga: Pentingnya Investasi Global untuk Pembangunan Infrastruktur

Selain itu, dia menyebutkan pihaknya juga akan membangun rumah bagi masyarakat miskin yang saat ini tinggal di kawasan permukiman kumuh di perkotaan serta program sejuta rumah yang layak huni dan terjangkau.

"Besarnya target Pemerintah dan tingginya ekspektasi publik atas layanan infrastruktur yang handal tentu harus direspons dengan smart, ditambah pula dengan melihat adanya funding gap yang cukup besar bila APBN digunakan seluruhnya untuk memenuhi target Renstra tersebut," jelasnya.

 

Untuk melakukan pembangunan ini, akan melakukan skema pembiayaan karena tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Salah satu strategi yang akan dijalankan di sini adalah skema KPBU dengan berbagai varian model dan modifikasi yang telah dilakukan," tukasnya.

 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement