JAKARTA - Dua rangkaian kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta yang terdiri dari 12 kereta (satu set terdir dari enam kereta) telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 4 Aril 2018. Setelah tiba, kereta yang diproduksi oleh perusahaan kereta asal Jepang yakni Nippon Sharyo itu dipindahkan menuju Depo Lebak Bulus.
Proses penurunan kereta dari kapal kargo dilakukan pada Kamis, 5 April 2018 dan dilanjutkan untuk proses pengiriman ke Depo Lebak Bulus dengan menggunakan multi-axle trailer menuju ke Depo Lebak Bulus. Proses pengiriman berlangsung hingga 8 April 2018 sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB untuk mengurangi dampak kepadatan lalu lintas yang ditimbulkan.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut fakta-fakta kedatangan MRT di Pelabuhan Tanjung Priok hingga selesai dikirim ke Depo Lebak Bulus, seperti dirangkum Okezone Finance, Minggu (15/4/2018).
1. Gubernur DKI Cek MRT di Depo Lebak Bulus
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut melakukan pengecekan kereta Mass Rappid Transit (MRT) di Depok Lebak Bulus, Jakarta. Dalam kunjungannya ini, Anies ditemani oleh anak yang paling kecil.
Anis tiba di Depo MRT Lebak Bulus pada pukul 08.00 WIB bersama rombongan Balai Kota dan langsung masuk ke area proyek MRT. Sebelum masuk dan melihat kereta, Anies terlebih dahulu memakai seragam dan helm keamanan proyek, begitu pula dengan anaknya.
"Pagi ini kita berada di Depo Lebak Bulus. Ini adalah depo pertama yang dimiliki oleh RI yang nantinya digunakan untuk kebutuhan MRT," ungkap Anies di Lebak Bulus, Kamis (12/4/2018).
2. MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Uji Coba Oktober
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan uji coba Mass Rapid Transit (MRT) akan dilakukan mulai bulan ini. Di mana uji coba akan dilakukan dalam tiga tahapan secara bertahap.
Uji coba statik akan dilakukan pada April, uji coba dinamik atau bergerak tapi tidak di rel pada Agustus dan untuk uji coba terakhir adalah real tes yang akan dilakukan langsung di rel asli pada Oktober 2018.
"Nanti Oktober dari ujung ke ujung. Rute Lebak Bulus sampai ke Hotel Indonesia (HI)," ungkapnya di Tanjung Priok, Kamis (5/4/2018).
Foto: Okezone
Selain itu, Menhub menjelaskan, uji coba tahap akhir ini akan dilakukan dalam waktu berbulan-bulan sampai dipastikan bahwa MRT sudah layak dioperasikan.
"Beberapa bulan tes, baru Maret 2019 beroperasi," jelasnya.
3. Progres Pembangunan Sudah Capai 92%
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun ingin melihat langsung penampakan dari MRT tersebut dengan mendatangi Depo Lebak Bulus bersama anaknya yang paling kecil dan tim Balai Kota.
"Proses pengerjaan keseluruhan MRT sudah sampai 92.5%. Luas tanah di Depo ini sekitar 10,5 hektare. Jadi pusat kegiatan MRT. Kita harap proyek ini tetap berjalan dengan baik selesai tepat waktu dan kualitas baik," ungkapnya di Lebak Bulus, Kamis (12/4/2018).
4. Adanya MRT Kurangi Volume Kendaraan Pribadi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan juga bisa mengurangi volume kendaraan pribadi di jalanan sehingga bisa minimalisir kemacetan yang semakin bertambah di Jakarta.
"Saat ini mayoritas kendaraan pribadi tapi tidak berinteraksi satu sama lain. Masyarakat dari segala strata akan berada di tempat yang sama dan akan memperkuat interaksi antar warga," kata dia.
Sementara itu, dia menyebutkan nantinya MRT akan ada tempat khusus bagi difabel dan priority seat yang akan dipastikan hanya untuk yang membutuhkan.
"Tahap I, insya Allah bulan Maret (2019) akan operasi. Fase 2 ground breaking Desember," tukasnya.