nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres JK: Kemudahan Izin Tenaga Kerja Asing Tidak Perlu Dikhawatirkan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 12:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 24 320 1890782 wapres-jk-kemudahan-izin-tenaga-kerja-asing-tidak-perlu-dikhawatirkan-XAYc8hjMep.jpeg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan aturan tentang kemudahan proses izin tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia bukan berarti tanpa batas. Hal ini hanya mempermudah proses. 

Seperti diketahui, pemerintah tengah merampungkan Perpres 20/2018 tentang Kepastian Izin Tenaga Kerja Asing dan Perbaikan Iklim Investasi. Namun Perpres tersebut dianggap memudahkan Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk dan mengancam tenaga kerja di Indonesia.

Baca Juga: Jumlah Tenaga Kerja Asing di Indonesia Masih Wajar?

"Pemerintah mempermudah proses izin TKA. Bukan berarti kita membebaskan orang asing bekerja di Indonesia sebebas-bebasnya, tidak. Cuma bagaimana kita mempermudah prosesnya," ujarnya dalam sambutan di acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Apindo di Hotel Grand Syahid Jaya, Jakarta, Selasa (24/4/2018)

Jusuf Kalla memberikan gambaran, sebelumnya izin visa untuk pekerja asing diberikan selama 6 bulan, sehingga setiap 6 bulan sekali harus kembali ke negaranya untuk memperpanjang. Ketika, terjadi pemeriksaan pihak imigrasi maka perlu membayar lagi, baik itu terjadi secara legal atau bahkan ilegal.

Wapres JK Melayat ke Rumah Duka Adik Kandung Presiden RI ke-2 Soeharto

"Hal ini menyebabkan kritikan besar dari luar dan pengusaha. Saya bilang maka kita perbaiki sistemnya dengan permudah izin," jelasnya. 

Jusuf Kalla pun menegaskan tak perlu adanya kekhawatiran dengan kemudahan ini. Bahkan kata dia, di Thailand memiliki jumlah TKA 10 kali lebih banyak dari Indonesia. Selain itu, Malaysia juga menampung hingga 2 juta TKA dari Indonesia. 

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja, jumlah TKA di Indonesia pada akhir tahun lalu mencapai 126 ribu orang atau meningkat 69,85% dibandingkan akhir 2016 sebanyak 74.813 orang. 

Baca Juga: Menaker Tegaskan Pekerja Asing Kasar Dilarang Masuk ke Indonesia

"Karena itu ada 2 juta orang Indonesia bekerja di Malaysia, tapi Malaysia tidak pernah ribut walaupun 2 juta. Kita masuk sedikit ribut," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dibutuhkan investasi, sedangkan investasi berkaitan dengan modal dan skill yang dibawa oleh investor. Apabila izin TKA dipersulit, maka investasi akan sulit masuk ke Indonesia.

"Apabila kita persulit ini, tenaga ahli, expert di bidang ini, modal dan skill juga tidak akan masuk, nah itu kenapa Thailand 10 kali lipat(jumlah) TKA-nya dibanding Indonesia, itu kenapa makanya dia ekspornya lebih banyak dari kita," jelasnya.

Melihat Aktivitas Pekerja Pabrik Sepatu Boots di Prancis

Sehingga dengan hadirnya pekerja asing justru diharapkan menciptakan lapangan kerja baru. Sebab,  adanya 1 TKA dengan pertukaran skill diharapkan mampu menciptakan 100 orang pekerja lokal. 

"Dalam dunia global tidak bisa dihindari, apabila dipersulit mereka dengan mudah ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan kita marah lagi kenapa investasi kurang. Jadi ini dilema-dilema yang kita selesaikan," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini