Realisasi Investasi Kuartal I-2018 Capai Rp185,3 Triliun, Naik 11,8%

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 30 April 2018 14:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 30 320 1892881 realisasi-investasi-kuartal-i-2018-capai-rp185-3-triliun-naik-11-8-A6rN4PL8al.jpeg Kepala BKPM Thomas Lembong (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan angka realisasi investasi triwulan pertama (kuartal pertama) 2018. Dalam laporannya tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal pertama tahun 2018 mencapai angka sebesar Rp185,3 triliun, meningkat 11,8% dari periode yang tahun 2017 yang hanya sebesar Rp165,8 triliun.

Baca Juga: Pejabat Pemerintah Dilatih Pakai Sistem Izin Online

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, masih relatif rendahnya investasi pada triwulan pertama ini dinilai sangat wajar. Menurutnya, melemahnya realisasi investasi hanyalah musiman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan lemahnya realisasi investasi di triwulan pertama ini.

Thomas Lembong

"Kuartal 1 setiap tahun selalu lemah. Jadi setiap tahun kalau kita pakai kuartal demi kuartal pasti ada penurunan. Paling jelas keliatan jadi setiap tahun sudah pasti turun di kuartal 1 dan itu hanya efek musiman. Memang secara irama bisnis kuartal 1 selalu lemah jadi tidak perlu khawatir tentang itu," ujarnya dalam Konferensi pers di Kantor Pusat BKPM, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Selama triwulan pertama 2018, realisasi PMDN mencapai Rp76,4 triliun atau naik 11% dari tahun sebelumnya (year on year/yoy) dari sebelumnya Rp68,8 triliun. Sedangkan OMA mencapai Rp108,9 triliun , atau naik 12,4% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp97 triliun. 

Baca Juga: Pengusaha Jangan Takut Investasi di Tahun Politik

Dari realisasi investasi sebesar Rp185,3 triliun, berdasarkan 5 besar lokasi proyek antara lain Jawa Barat Rp37 triliun (19,9%),  DKI Jakarta sebesar Rp28,9 triliun, (15,6%), Jawa Tengah Rp16,1 triliun (8,7%), Banten Rp15,5 triliun (8,4%) dan Riau Rp9,1 triliun (4,9%).

Sementara berdasarkan sektor usaha, 5 besar realisasi investasi adalah: Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp27,6 triliun (14,9%), Industri Logam, Mesin, dan Elektronik sebesar Rp22,7 triliun (12,3%), Listrik, Gas dan Air sebesar Rp19,3 triliun (10,4%), dan Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp14,7 triliun (7,9%).

grafik

(Ilustrasi: Shutterstock)

Sedangkan realisasi investasi PMA berdasarkan 5 besar asal negara adalah Singapura sebesar USD2,6 miliar (32,6%), Jepang sebesar USD1,4 miliar (16,7%), Korea Selatan sebesar USD900 juta (11%%), China sebesar USD700 juta (10,4%) dan Hong Kong sebesar USD 500 juta (6,3%)

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian  Pelaksanaan Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis  mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengundang para investor ke dalam negeri. Capaian realisasi investasi tersebut juga memberikan harapan dan optimisme untuk mencapai target realisasi pada tahun 2018 yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp765 triliun.

grafik

(Ilustrasi: Shutterstock)

Seperti dengan penerbitan  Peraturan Presiden Nomor 30 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) yang bertujuan untuk mendukung kemudahan berusaha melalui penyederhanaan prosedur perizinan TKA dan mempercepat layanan izin TKA yang diperbolehkan bekerja di Indonesia.  Sehingga penyelesaian konstruksi dan operasi produk investasi dapat segera terwujud," ujar Lembong

Di samping itu, penyederhanaan perizinan berusaha kebijakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 91 tahun 2017, diyakini akan dapat mengakselerasi peningkatan realisasi investasi di Indonesia. Untuk itu kesamaan persepsi dan keamanan langkah semua instansi terkait di pusat dan daerah sangat diperlukan dalam mengimplementasikan aturan kemudahan berusaha tersebut. 

Baca Juga: Hong Kong Minati Investasi Tol Laut Indonesia

Belum lagi, Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan atau yang dikenal dengan. Tax Holiday. Dengan adanya aturan tersebut, memberikan kemudahan, kepastian dan penyederhanaan pemberian insentif tax holiday, sehingga meningkatkan daya saing iklim investasi Indonesia. 

"Kita tetap optimis target realisasi investasi sebesar Rp765 triliun itu bisa tercapai," ucapnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini