Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Cara Pemerintah Genjot Investasi agar Tak Tertinggal dari Vietnam hingga Malaysia

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 30 April 2018 |18:53 WIB
Begini Cara Pemerintah Genjot Investasi agar Tak Tertinggal dari Vietnam hingga Malaysia
Kepala BKPM Thomas Lembong (Foto: Giri/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal pertama tahun 2018 mencapai angka sebesar Rp185,3 triliun, meningkat 11,8% dari periode yang tahun 2017 yang hanya sebesar Rp165,8 triliun.

Baca Juga: Target Realisasi Investasi Rp765 Triliun Dipangkas?

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, meskipun terus tumbuh, namun investasi Indonesia masih kalah dari negara-negara tetangga seperti Vietnam hingga Malaysia. Hal tersebut sangat disayangkan sebab dari sisi populasi dan luas wilayah, Indonesia unggul jauh dari negara-negara tetangga.

"Seperti Pak Presiden sampaikan dari sisi Foreign investasi langsung luar negeri,  (Foreign Direct Investment/FDI) dan ekspor kita sudah tertinggal, kita kalah dengan negara saingan tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan bahkan negara seperti Malaysia yang populasinya hanya seperdelapan populasi kita," ujarnya saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Thomas Lembong

Akan tetapi lanjut Lembong, ketertinggalan tersebut harus dijadikan pemacu untuk mengejar dan jangan justru membuat semakin down (terpuruk). Karena menurutnya, mengejar ketertinggalan jauh lebih mudah dibandingkan harus mempertahankan.

"Jadi kita benar-benar mengejar ketertinggalan luar biasa. Buat saya jadi seru karena ini tantangan, menurut saya ini jelas menggambarkan potensi," jelasnya.

Baca Juga: Singapura Masih Rajai Investasi di Indonesia, Bagaimana dengan China?

Menurut Lembong, bahkan Indonesia diuntungkan dari pada negara-negara tetangga lainnya. Selain memiliki potensi yang masih cukup besar, Indonesia juga bisa mencontek bagaimana cara negara-negara tetangga seperti Vietnam untuk menggaet investor asing.

"Jadi yang sebetulnya mengejar ketertinggalan itu sesuatu yang paling gampang. Kan cuma tinggal nyontek cuma tinggal nyontek, cuma tinggal meniru. Vietnam lebih sukses ya sudah tiru saja," jelasnya.

grafik

Di sisi lain lanjut Lembong, Indonesia juga perlu ekstra bersahabat agar bisa mengundang investor asing ke Indonesia. Karena jika ada perlakuan yang kurang mengenakan sedikit saja, maka investor asing akan berpindah ke negara tetangga seperti Malaysia ataupun Singapura.

"Jadi kita harus ekstra bersahabat ekstra friendly, karena sedikit saja investor bisa pindah. Karena pindah negara cukup 1 jam sudah ada Malaysia, ada Singapura," jelasnya

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement